• Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman menyampaikan sambutan dalam suatu acara

PEKANBARU -- Tekad Provinsi Riau untuk bisa menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) kedepannya tidak main-main, berbagai upaya untuk hal itu terus dilakukan, salah satunya adalah dengan akan memanfaatkan potensi Daerah Aliran Sungai (DAS), di Empat Suangai besar sebagai pengembangan objek wisata.

Dengan potensi itu, Pemerintah Provinsi Riau menargetkan hal itu menjadi salah satu destinasi wisata ekologi. Sehingga dapat memberikan edukasi dalam mencintai dan melestarikan lingkungan.      

Gubernur Provinsi Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengatakan Riau memiliki potensi yang cukup besar. Seperti memiliki potensi wisata yang bagus dan tidak kalah dibandingkan daerah lain di Tanah Air. 

"Kalau kita lihat, potensi wisata di Riau tidak kalah dibandingkan daerah lainnya. Di Riau ada empat sungai besar yaitu Siak, Kampar, Rokan, dan Indragiri, belum lagi potensi di pesisir Riau," kata Gubernur Riau, Jumat 19 Agustus 2016 lalu.    

Dengan mengemas nilai estetika ekologi tersebut dapat berperan positif sebagai upaya peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara. Salah satunya dengan membidik potensi empat sungai utama sebagai objek pariwisata alam.      

Menurutnya, potensi wisata di sekitar aliran sungai bisa dikelola dengan baik dan menjadi potensi pendapatan bagi daerah. Ketua DPD I Golkar Riau itu juga mengatakan, keunggulan ini harus dikemas dengan baik dan dikembangkan sesuai target wisatawan ang diharapkan. 

Ia mencontohkan cara negara tetangga Malaysia mengemas potensi destinasi sungai. Objek wisata yang dijual adalah barang buatan tetapi bisa mendatangkan kunjungan wisatawan.

"Kalau lihat ke Malaysia seperti Langkawi, di sana itu ada patung dan wisatawan datang ke sana, Riau pun seharusnya bisa karena potensi alam di sini sudah ada," imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Riau, Fahmizal Usaman mengatakan, pelaku industri pariwisata harus mampu menciptakan sesuatu yang menarik untuk meningkatkan daya tarik wisatawan untuk"Ini bisa seperti misalnya menciptakan suvenir yang menarik yang bisa dibeli oleh wisatawan ketika berkunjung ke tempat wisata di Riau," katanya.

Selanjutnya, kata dia, Riau harus memiliki konsep pengembangan pariwisata Riau untuk membuktikan keseriusan pemerintah dalam menggarap kemajuan sektor ini.

"Ada lima konsep, yaitu konsep pengembangan berbasis kebudayaan, wisata alam, wisata buatan, sumber daya manusia, dan pemasaran pariwisata," katanya.

Untuk konsep pertama, dapat difokuskan pada iven-iven budaya. Seperti Pacu Jalur, Bakar Tongkang, Siak Old Town Heritage, Gema Muharram dan Cap Go Meh. Lalu pengembangan wisata alam, seperti Bono, Taman Nasional Tesso Nilo, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Pantai Rupat, Guruh Gemurai, Rimbang Baling, Sungai Kapur, dan sebagainya.

Selain itu, pengembangan wisata buatan bisa diseriuskan pada objek wisata seperti PLTA Koto Panjang, Tour de Siak, BX International Open, dan sebagainya.

"Khusus untuk pengembangan SDM, pengembangan dapat dilakukan pada lembaga sertifikasi profesi, bujang dara, bono jazz festival, pembinaan infrastruktur ekonomi kreatif, pembinaan tour leader, pembinaan pelaku industri pariwisata dan pembinaan penyedia jasa transportasi," katanya.

Terakhir, pada pemasaran pariwisata, seerti Cerita Baru Center yang merupakan pusat promosi pariwisata terpadu, Pos Media Strategy, Expo yang meliputi seluruh pelaku industri pariwisata, BAS (Branding, Advertising, Selling) dan Tourist Information Center.**(adv/humas)