TEMBILAHAN -- Pasangan Ramli dan Mila, warga Desa Rantau Panjang Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir melahirkan bayi kembar ruang Kebidanan RSUD Puri Husada Tembilahan, Sabtu 14 Januari 2017 pagi.

Sayangnya, kebahagian itu terselip duka dikarenakan salah seorang dari bayi lahir dengan tidak normal. Usus sang bayi terburai diluar perutnya.

"Bayinya kembar, tapi satu diantaranya kondisi usus di luar tubuh bayi," sampaikan Kepala Desa Rantau Panjang, Zulkifli,  yang turut serta mendampingi warganya tersebut, Senin 16 Januari 2017.

Diceritakan, awalnya, pada hari Jum'at 13 Januari 2017, istri seorang nelayan ini tiba-tiba sakit perut dan kesulitan melahirkan di desanya. Hingga akhirnya, keluarga serta masyarakat setempat mengambil keputusan untuk membawanya ke RSUD Puri Husada Tembilahan menggunakan speedboat, tepat dimalam hari.

"Mereka dari keluarga tidak mampu, akhirnya masyarakat kita iyuran memberi sumbangan dan terkumpul sekitar Rp 1.800.000. Itulah yang digunakan keluarga bayi ke Tembilahan ini," terangnya.

Hasil pemeriksaan, lanjut Kades, salah satu bayi tersebut harus dilakukan operasi. Namun, lagi-lagi terkendala biaya.  "Saat ini saya masih membantu mengurusi pembuatan BPJS, ternyata rumit juga. Beda memang dengan Jamkesda," tutupnya.**(suf)