• Ahmadsyah Harrofie

PEKANBARU -- Pemerintah Provinsi Riau, terus menggesa persiapan Riau sebagai tempat embarkasi antara, bagi jamaah haji asal Riau. Diantaranya kesiapan Bandara Sutan Syarif Kasim II, dan asrama haji di rumah susun, di Jalan Mekar Sari, Pekanbaru.

Asisten I Setdaprov Riau Ahmad Syah Harrofie, mengatakan, Pemprov Riau telah mengadakan repat evaluasi percepatan Riau sebagai embarkasi antara, bersama Maskapai dan pihak Bandara SSK I Pekanbaru. Hasilnya, seluruh pihak mendukung Riau dan akan mempersiapkan seluruh persyaratan yang diminta oleh pihak Kementrian Agama.

"Pihak maskapai seperti Garuda, City link, Batik dan Lion, siap mendukung. Tinggal bagaimana proses pengadaan pesawatnya, itu yang sedang kita rumuskan. Karena ini kan dananya campur baur, ada yang APBD kabupaten, ada yang dari jamaah dan ada yang sharing buget," ujar Ahmad Syah, usai rakor percepatan embarkasi antara di Kantor Gubernur Riau, Selasa 31 Januari 2017.

Pihak Bandara SSK II sendiri siap menjalani tugas walaupun diluar jam kerja saat melayani jamaah haji, baik datang dan kepulangan. Selain itu Bandara yang ada sekarang juga mampu menampung empat pesawat yang menginap, yang akan membawa jamaah.

Sedangkan untuk panjang runway Bandara SSK II, ditargetkan pada bulan Agustus mendatang ditargetkan sudah bisa dimanfaatkan. Dengan panjang 3000 meter.

"Sekarang memang panjangnya 2600 meter, kalau bisa mencapai 3000. Mereka mengatakan Juli dipercepat pengerasannya, sehingga pesawat yang besar bisa mendarat sempurna. Dengan jarak yang sekarang sebenarnya sudah bisa," kata Ahmadsyah yang juga mantan Pj Bupati Bengkalis.

Selama ini, jamaah Riau selalu menggunakan embarkasi Batam sebagai tempat berangkat dan pulang. Sehingga membutuhkan biaya tambahan menuju Batam termasuk biaya penginapan di Batam.