PEKANBARU -- Dalam rangka menjadikan Mahasiswa melek dengan dunia pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di kampus II Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).

Pembukaan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia ini ditandai dengan pengguntingan vita oleh Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat, Rektor UMRI Dr H Mubarak MSi dan Herry Oarto dari Otorisasi Jasa Keuangan, Kamis 23 Februari 2017 pagi.

Keberadaan Galeri Investasi ini memang menyasar kelompok mahasiswa agar melek dengan dunia pasar modal. “Kami kerja keras memacu pemahaman masyarakat, khususnya mahasiswa tentang investasi,” kata Samsul Hidayat.

Menurut dia, BEI tengah gencar menghadirkan galeri investasi di kampus-kampus. Kedepan setidaknya akan berdiri 275 sampai 300 galeri se Indonesia. Di Riau sendiri, saat ini sudah ada empat galeri di beberapa perguruan tinggi. Baik negeri maupun swasta.

“Diharapkan galeri ini bisa menyebarluaskan pemahaman tentang pasar modal. Termasuk meningkatkan transaksi saham di Indonesia. Sehingga masyarakat Indonesia lebih banyak menikmati produk investasi dalam negeri,” jelas Samsul.

Sejauh ini, sekitar 65 persen modal di tanah air masih dikuasai asing. Namun, PT BEI menegaskan tidak anti dengan modal asing. Karena di era terbuka saat ini, pihak luar dibenarkan berinvestasi di daam negeri. Hanya saja, diharapkan keterlibatan masyarakat dalam pasar modal bisa mengimbangi. “Setidaknya 50 : 50,” kata dia.

Karena itulah BEI mendorong berdirinya galeri investasi di kampus-kampus. Mahasiswa diharap memenuhi dunia investasi dan tidak hanya membuka lapangan kerja. Tapi semakin tahu dengan dunia investasi.