• Abdul Wahid

PEKANBARU -- Dewan merasa optimis penyelesaian Jembatan Siak IV dapat dituntaskan sampai tahun 2018. Pasalnya, realisasi pengerjaan saat ini masih kecil, sementara kelanjutan pembangunan Siak IV yang sudah terbengkalai selama 4 tahun ini harus selesai tahun depan.

Demikian disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Riau yang membidangi Infrastruktur dan Pembangunan Abdul Wahid kepada wartawan, Rabu 1 November 2017 di Gedung DPRD Riau.

Politisi PKB ini menjelaskan kelanjutan pembangunan Jembatan Siak IV yang menghubungkan Jalan Jendral Sudirman Ujung dengan Kecamatan Rumbai Pesisir ini dilakukan PT Brantas Abipraya (Persero). Kelanjutan pembangunan baru dilakukan setelah perusahaan tersebut menang tender yang dilakukan pemprov Riau.

Wahid sangat menyayangkan realisasi pembangunan kelanjutan jembatan Siak IV yang masih sangat kecil sekitar 0,4 persen. Padahal, sesuai dengan kesepakatan MoU akhir tahun 2018 pembangunan jembatan tersebut sudah harus tuntas pengerjaan Siak IV tersebut.

“Kita pesimis selesai tahun depan. Karena, prosesnya masih sangat kecil sekali yang sampai sekarang baru terealisasi 0,4 persen baru terealisasi," ungkap Wahid.

Apalagi, Menurut Ketua DPW PKB Riau ini, dengan sisa waktu yang yang tinggal sekitar 14 bulan dinilai sangat sulit untuk menyelesaikan jembatan Siak IV tersebut.

Politisi Asal Inhil ini menerangkan, rendahnya realisasi pembangunan Siak IV diketahui komisi IV DPRD Riau ketika melakukan rapat dengar pendapat atau hearing bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Pengelolaan Ruang.
Wahid menuturkan, pembangunan fisik jembatan Siak IV minim terjadi dikarenakan terjadi keterlambatan dilaksanakannya lelang oleh Dinas PUPR.
Selain itu, persoalannya lainnya dikarenakan adanya kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan tersebut. Harusnya, kegiatan awal yang dilaksanakan menurut dia adalah pemasangan penyangga jembatan yang dikerjakan terlebih dahulu dari Rumbai. Padahal, seharusnya pekerjaan utama dan yang dilaksanakan awal adalah pemasangan penyangga jembatan.**(rdi)