PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Anggota Komisi II DPR RI asal Riau Tabrani Maamun minta kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) awasi ketat proses dan pelaksaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, khususnya di kawasan perusahaan perkebunan.

Menurut Tabrani yang juga adik kandung dari mantan Gubernur Riau Annas Maamun, tidak bisa dipungkiri pada hari H pencoblosan, suara hati pemilihan biasa hanya berdasarkan keinginan pemilik perkebunan untuk calon tertentu.

"Saya minta kepada Bawaslu agar menempatkan petugasnya di daerah perkebunan khususnya di kawasan perusahaan perkebunan. Awasi ketat, karena biasanya yang terjadi saat pencoblosan, pemilihan yang terjadi berdasarkan suara pemilik perkebunan, bukan suara individu," kata Tabrani, saat melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Riau, di ruang melati Kantor Gubernur Riau, Kamis 22 Maret 2018.

Dikatakanya, hal ini patut menjadi perhatian agar proses Pilkada yang saat ini sedang berlangsung, nantinya benar-benar menghasilkan pemimpin yang diinginkan masyarakat.

Selain itu, Tabrani juga mengingatkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau termasuk Bawaslu agar lebih gencar lagi mengedukasi kepada masyarakat agar cerdas dalam menentukan pilihan.

Hal ini dimaksudkan agar masyarakat terproteksi dari segala bentuk kampanye hitam (black campaign) yang biasa gencar dilakukan untuk menguntungkan pihak tertentu.

"Kampnye hitam di Riau ini sering terjadi selebaran gelap. Ini tolong diawasi dengan menejelakan pasangan tertentu, untuk menguntungkan calon lainnya," ungkap Tabrani.

Di Riau sendiri saat ini ada dua agenda Pilkada yang juga dilaksanakan secara serentak pada Juni nanti. Yakni Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Indragiri Hilir.

Ada pun pertemuan Komisi II DPR RI bersama Pemprov Riau ini dipimpin oleh Asisten I Setdaprov Riau Ahmad Syah Harofie serta Rambe Kamaruzaman selaku pimpinan rombongan Komisi II.**(jai)