PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Meski belum meluluskan alumni Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) telah berhasil meraih Akreditasi B dari BAN-PT, keberhasilan itu mendapat sambutan positif dari Rektor Dr H Mubarak MSi dengan menyerahkan bonus atau reward berupa uang tunai sebesar Rp 30 juta.

Rektor Mubarak menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut, karena tidak banyak Prodi yang mampu melakukan hal itu. "Ini capaian yang luar biasa, mereka mampu menutup point pada penilaian alumni, karena memang Prodi ini masih baru dan belum melahirkan alumni," kata Mubarak usai acara, Kamis 12 Juli 2018 kemarin di kampus Umri Jalan Tuanku Tambusai Ujung Pekanbaru.

Pemberian reward ini menurut Mubarak diharapkan mampu menjadi motivasi bagi Prodi Umri lainnya khususnya Prodi-Prodi baru agar bisa terakreditasi B.

"Semoga ini bisa menjadi penyemangat bagi Prodi lain yang belum terakreditasi B, ini semua juga demi kemajuan Umri,"pungkasnya.

Sementara Dekan Fakultas Hukum Umri Aksar Bone SH MH, menjelaskan persiapan untuk akreditasi ini dilakukan selama Dua tahun, dan sebelum diajukan ke BAN-PT, dilakukan beberapa kali evaluasi oleh Mejelis Litbang Dikti PP Muhammadiyah.

Terkait dengan belum adanya alumni sehingga pada bagian itu tidak memperoleh nilai, Dia menyebut yang dilakukan adalah dengan menaikkan grade pada komponen penilaian lain.

"Seperti keaktifan saya sebagai seorang Dekan, namun juga berprofesi sebagai advokat yang dikenal di luar, dan saya juga merupakan wakil Peradi Riau, itu juga memberi nilai atau grade yang tinggi," jelasnya.

Selain itu untuk sarana prasarana menurut Askar Bone Prodi Hukum Umri telah memiliki labor mediasi, begitu juga dengan toilet yang bersih dan nyaman untuk digunakan.

"Kami tidak berdiri dan bekerja sendiri mendapatkan hal ini, mulai sari CS hingga pimpinan tertinggi mendukung dan Alhamdulillah, seperti inilah hasilnya, kami mampu meraih akreditasi B,"ujarnya.

Dan yang tak kalah penting menurutnya Prodi Hukum Umri memiliki ciri khas yang mampu menopang perkembangan zaman, yakni Al Islam kemuhammadiyahan, karena kedepan yang diperlukan bangsa ini adalah orang-orang yang tidak hanya handal pada Iptek, tapi yang lebih penting adalah Imtaq, "dan Umri menggabungkan kedua hal itu,"ungkapnya mengakhiri.**(mad)