PEKANBARU -- Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Riau di Kota Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan, pada Februari 2019 di Riau terjadi deflasi sebesar 0,34 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 136,61 pada Januari 2019 menjadi 136,15 pada Februari 2019. Tingkat deflasi Tahun Kalender sebesar 0,40 persen, sedangkan Tingkat Inflasi Tahun ke Tahun / Year on Year sebesar 1,74 persen.

Kepala BPS Riau Ir Aden Goltom menjelaskan, Deflasi Riau pada Februari 2019 sebesar 0,34 terjadi karena adanya penurunan indeks harga konsumen yang cukup signifikan pada kelompok pengeluaran bahan makanan yakni dari 146,39 pada Januari 2019 menjadi 143,88 pada Februari 2019 atau terjadi deflasi sebesar 1,71 persen.

"Komoditas utama yang mengalami deflasi dan memberikan andil terbesar pada kelompok
ini adalah cabai merah, daging ayam ras, bawang merah, jeruk, kentang dan lain sebagainya, diikuti kelompok pengeluaran transpor, komunikasi dan jasa keuangan yang juga mengalami deflasi sebesar 0,07 persen dengan andil deflasi sebesar 0,01 persen," jelasnya, Jumat 1 Maret 2019.

Sedangkan lima kelompok pengeluaran lainnya dijelaskan Aden mengalami inflasi, dimana inflasi teringgi terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen dengan andil sebesar 0,01 persen, diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan
tembakau dengan inflasi sebesar 0,24 persen dan andil sebesar 0,05 persen, kelompok sandang sebesar 0,10 persen dengan andil sebesar 0,01 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,06 persen dengan andil sebesar 0,01 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen dengan andil sebesar 0,001 persen.

Sementara dari 23 Kota di Sumatera yang mengitung IHK, menurut Aden, dua puluh satu kota mengalami deflasi, dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 0,82 persen, diikuti oleh Meulaboh sebesar 0,71 persen, dan Sibolga sebesar 0,70 persen, serta deflasi terendah terjadi di Kota Metro sebesar 0,04 persen. Inflasi terjadi di dua kota, dengan inflasi tertinggi di Kota Batam sebesar 0,26 persen.

Dari 10 ibukota Provinsi di Sumatera, deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan, Banda Aceh, dan Pangkal Pinang. "Berdasarkan urutan deflasi kota-kota di Sumatera, kota-kota di Provinsi Riau berturut-turut: Tembilahan berada pada urutan ke-5, Pekanbaru urutan ke-13, dan Dumai urutan ke-14,"pungkasnya.**(mad)