• Fajar Husin, SH, MH

Gaungriau.com (TEMBILAHAN) -- Total produksi padi di Kabupaten Indragiri Hilir untuk tahun 2020 yang lalu mencapai 84.287,55 ton. Kondisi itu, sedikit mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2019, dimana total produksinya mencapai 86.654,00

Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan, Pertanian, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabuapten Inhil Fajar Husin, SH, MH, kepada media ini, Senin, 6 September 2011 mengatakan, Kecamatan Keritang adalah penghasil terbanyak dengan total produksi 26.562,46 ton.

Untuk lima besar daerah penghasil padi terbesar di Inhil setelah Kecamatan Kritang adalah Kecamatan Reteh dengan total produksi 12.942,55 ton. Diikuti dengan Kecamatan Kempas 9.818,12 ton.

Sedangkan Kecamatan Tembilahan Hulu total produksi mencapai 9.660,70 ton, dan diikuti dengan Kecamatan Batang Tuaka 9.301 ton.

"Kita terus berupaya untuk meningkatkan produksi padi di Kabupaten Inhil, salah satunya adalah upaya peningkatan masa tanam dari sekali menjadi dua kali, "ujarnya.

Hanya saja untuk melakukan hal tersebut, ada kendala yang dihadapi, hampir semua kecamatan penghasil padi terbesar tidak memiliki saluran irigasi yang memadai, dan masih mengandalkan sawah dan ladang tadah hujan.

"Setakat ini hanya Kecamatan Kempas yang saluran irigasinya memadai. Makanya disana sudah bisa dilaksanakan dua kali tanam oleh petani," jelasnya.

Selain itu, kendala lain yang dihadapi sebagian besar posisinya lahan pertanian posisinya dibawah air sungai, apalagi saat musim penghujan. Sehingga untuk masa tanam, petani terpaksa menunggu masa curah hujan, dan air sungai surut.

"Semua itu terjadi akibat pendangkalan sungai yang ada. Untuk kita sudah melakukan koordinasi dengan Dinas PU Provinsi Riau, untuk dilakukan normalisasi sungai," tambahnya.** (suf)