Gaungriau.com -- Dihadiri Tokoh Nasional H Anies Rasyid Baswedan SE MPP PhD,Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) melaunching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 sekaligus meluncurkan Map Umri Roblox, Jumat 7 November 2025. Di halaman kampus utama Umri jalan Tuanku Tambusai ujung Pekanbaru.
Launching PMB ini dilakukan oleh Anies Baswedan, Kepala Dinas Pendidikan Riau Erisman Yahya, Kepada BPH Umri HM Nazir, dan Rektor Umri Dr Saidul Amin.
Kehadiran Pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Kerja masa pemerintahan Presiden Joko Widodo di tahun 2014 tersebut disambut antusias oleh Mahasiswa, pelajar dan bahkan para dosen dan karyawan Umri, langkah Anies selalu terhenti ketika banyak yang mau berselfi.
Anies dikesempatan itu bercerita bahwa ketika menginjakkan kakinya di Kota Bertuah, Ia teringat kenangannya dahulu saat pertama kali datang ke Bumi Lancang Kuning tahun 2010 atau tepatnya 15 tahun silam. Kala itu, Anies menceritakan datang ke Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis untuk mengirim Program Indonesia Mengajar.
Di Rupat itulah, Anies juga merasakan banyaknya keterbatasan, mulai dari akses lokasi yang sulit ditempuh, sinyal alat komunikasi yang tidak ada sama sekali hingga fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang sangat minim disetiap kampung/desa. Namun kondisi itu sama sekali tak membuat semangat Anies pudar. Ditemani salah seorang pengajar lulusan Universitas Indonesia (UI) dari Fakultas Ekonomi bernama Roy, mereka pun kemudian bertemu seorang anak yang cerdas.
"Waktu itu, Roy ini bertemu anak cerdas di Rupat, namun kecerdasannya tak diakui oleh orang tuanya dan menganggapnya anak bodoh. Tapi begitu si anak ini ikut lomba-lomba pendidikan, selalu menang. Bahkan sampai ke tingkat nasional tembus 30 besar dari ribuan peserta yang ikut. Pelajaran pentingnya, lokasi lahir boleh dimana saja. Tapi lokasi mimpi harus dikejar kemana saja. Kita ini potensinya sangat besar. Sama halnya dengan Umri, ketika Umri ingin menjadi universitas kelas dunia, tentu itu bukan hal yang mustahil. Saya setuju sekali. Apalagi jika Umri bisa menunjukkan potensinya kepada negara-negara lain," ujarnya.
Anies tak lupa pula berpesan untuk mahasiswa baru di Umri bahwa masa perkuliahan tidaklah sama dengan masa sekolah. Menurutnya, para mahasiswa akan menemui fase berbeda setelah selesai menamatkan bangku kuliah. Artinya, akan terjun memasuki dunia kerja yang penuh persaingan.
"Kalau ingin sukses, jangan menjadi mahasiswa longgar, jadilah mahasiswa aktif, tidak hanya aktif saat perkuliahan, tapi juga diluar jadwal kuliah, jadilah mahasiswa super sibuk, bekali dan perkuat pengalaman dengan mengikuti dan aktif di berbagai organisasi, dengan demikian anda nanti akan keluar sebagian orang yang berhasil," tegasnya.
Tidak hanya menjadi mahasiswa sibuk, juga harus mampu menjadi orang yang mampu berpikir kritis, jangan hanya mengejar IPK tinggi, karena tidak sepenuhnya yang mempunyai IPK tinggi itu mampu bersaing setelah terjun ke dunia kerja.
"Pengalaman di berbagai organisasi akan mampu menciptakan saudara sebagai orang yang kuat dan tahan, serta mampu mencari solusi dari berbagai hambatan yang ditemui ketika memasuki dunia kerja setelah lulus kuliah," ingatnya lagi.
Sementara, Rektor Umri, Dr Saidul Amin mengatakan, seiring berjalannya waktu, Umri pun sudah berumur 17 tahun, sudah memiliki total 14 ribu mahasiswa. Lalu memiliki 9 fakultas dan 33 prodi dan juga memiliki 2 prodi di pascasarjana. Berada di jantung Pulau Sumatera, tentunya sangat dekat dengan dua negara tetangga, Malaysia dan Singapura. Kondisi itu membuat Saidul termotivasi bahwa Umri mau tidak mau harus memiliki standar internasional untuk bersaing dengan perguruan tinggi terbaik di Asia Tenggara.
"Mengubah mainset itu tentu tidaklah mudah. Tapi kita harus optimis agar bagaimana kedepan menciptakan Umri yang baru. Kita tidak mau selangkah ke belakang karena kita harus terus gas untuk maju ke depan," tegasnya.
Selain launching dua kegiatan, di waktu yang bersamaan, Umri juga memberikan reward kepada sekolah-sekolah yang menjadi sekolah asal pendaftar terbanyak siswanya masuk ke Umri. Ada 9 sekolah yang menerima reward tersebut, yaitu SMKN 2 Pekanbaru, SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru, SMK Farmasi Ikasi Pekanbaru, SMAN 12 Pekanbaru, SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru, SMAN 5 Pekanbaru, SMAN 4 Pekanbaru, SMK Keuangan Pekanbaru dan SMAN 1 Pekanbaru.
Reward juga diberikan bagi program studi yang berhasil mencapai target PMB TA 2025/2026. Ada 13 prodi yang menerima reward itu yakni Teknik Mesin, Teknik Industri, Keperawatan, Farmasi, Kebidanan, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Bisnis Digital, Sistem Informasi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Hukum dan Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. (mad)










































