• Ilustrasi perbedaan pembelajaran biologi berbasis hafalan dan pemahaman konsep.  Sumber: Ilustrasi dibuat menggunakan Google Gemini AI.

BIOLOGI dikenal sebagai ilmu yang mempelajari kehidupan. Namun bagi banyaksiswa, biologi justru identik dengan hafalan. Mulai dari nama latin makhluk hidup, bagianbagian sel, hingga berbagai istilah ilmiah yang sering harus diingat untuk menghadapiujian. Tidak sedikit siswa yang mampu menghafal banyak konsep biologi, tetapi masihkesulitan menjelaskan bagaimana proses kehidupan itu sebenarnya terjadi.

Pengalaman ini juga sering dirasakan oleh mahasiswa biologi sendiri. Saat disekolah, menghafal fungsi organel sel seperti mitokondria sebagai penghasil energi atauribosom sebagai tempat sintesis protein sering kali cukup untuk mendapatkan nilai yangbaik. Namun ketika diminta menjelaskan hubungan antar organel atau proses yang terjadidi dalam sel, pemahaman tersebut tidak selalu mendalam. Ini menunjukkan bahwapembelajaran biologi menekan hafalan bukan pemahaman.

Biologi yang Seharusnya Dipahami, Bukan Sekadar Dihafal

Pembelajaran biologi seharusnya tidak hanya berfokus pada mengingat istilah,tetapi juga memahami bagaimana proses tersebut terjadi dan saling berkaitan. Namundalam praktiknya, materi biologi sering disajikan dalam bentuk daftar konsep, definisi, danistilah ilmiah. Kondisi ini membuat siswa cenderung belajar dengan cara menghafal agardapat menjawab soal ujian.

Mengapa Pembelajaran Biologi Cenderung Berbasis Hafalan?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini masih terjadi. Pertama, materi yangluas dan padat sehingga guru harus menyelesaikan banyak topik dalam waktu terbatas.

Kedua, sistem evaluasi yang masih menekankan kemampuan mengingat konsep. Ketiga,kegiatan praktikum yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk membantu siswamemahami konsep secara langsungBeberapa penelitian juga menunjukkan adanya permasalahan dalam pemahamankonsep sains.

Hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA)menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa Indonesia masih berada di bawahrata-rata negara OECD (OECD, 2022). Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman konsepsains, termasuk biologi, masih perlu ditingkatkan.

Dampak Budaya Hafalan dalam Pembelajaran Biologi

Pembelajaran yang terlalu menekankan hafalan dapat membuat siswa cepatmelupakan materi setelah ujian. Selain itu, siswa juga dapat mengalami kesulitan ketikaharus menjelaskan konsep biologi dalam situasi nyata.

Menuju Pembelajaran Biologi yang Lebih Bermakna
Untuk mengatasi hal tersebut, pembelajaran biologi perlu lebih menekankanpemahaman konsep dan keterampilan berpikir ilmiah. Kegiatan seperti praktikum, diskusi,dan pembelajaran berbasis masalah dapat membantu siswa memahami fenomena biologisecara lebih mendalam. Selain itu, mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari jugapenting agar siswa menyadari bahwa biologi bukan hanya teori di buku, tetapi ilmu yangberkaitan langsung dengan kehidupan manusia.

Oleh karena itu, pembelajaran biologi seharusnya tidak hanya menekankan hafalan,tetapi juga pemahaman konsep dan keterkaitan antar fenomena. Dengan pendekatanpembelajaran yang lebih kontekstual dan eksploratif, biologi dapat dipelajari secara lebihbermakna. Dengan demikian, siswa tidak hanya mampu mengingat istilah biologi, tetapijuga memahami bagaimana kehidupan bekerja.**

Wardina Cahayani merupakan Mahasiwa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau