Gaungriau.com – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat desa. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang kesulitan mengembangkan usahanya karena belum memiliki legalitas usaha, identitas merek yang kuat, serta strategi pemasaran yang memadai.

Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau Tahun 2026 di Desa Sungai Tengah menghadirkan program pendampingan UMKM dengan fokus pada penguatan legalitas dan branding. Program ini menyasar salah satu usaha lokal, Kripik Tempe Bu Ndut milik Ibu Nurita, yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang.

Selama bertahun-tahun, Kripik Tempe Bu Ndut dikenal masyarakat sekitar karena cita rasanya yang gurih dan khas. Meski memiliki kualitas produk yang baik, usaha rumahan ini masih mengandalkan promosi melalui status WhatsApp dan produksi dilakukan berdasarkan pesanan.

Di sisi lain, usaha tersebut belum memiliki Surat Izin Usaha (SIU), Nomor Induk Berusaha (NIB), identitas visual berupa logo dan spanduk, serta belum mengajukan sertifikasi halal. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Melihat potensi yang dimiliki, mahasiswa Kukerta Universitas Riau melakukan pendampingan secara menyeluruh. Mereka membantu proses pengurusan SIU dan NIB sebagai langkah memperkuat legalitas usaha, sekaligus mendampingi pengajuan sertifikasi halal agar produk memiliki nilai tambah dan semakin dipercaya oleh konsumen.

Tak hanya itu, mahasiswa juga membangun identitas merek melalui pembuatan logo usaha, desain kemasan yang lebih menarik, serta pemasangan spanduk sebagai media promosi. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik produk, memperkuat citra usaha, sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Dengan legalitas yang lengkap dan branding yang lebih profesional, Kripik Tempe Bu Ndut diharapkan mampu bersaing di tengah perkembangan UMKM yang semakin kompetitif, sekaligus meningkatkan nilai jual produknya.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran mahasiswa Kukerta tidak hanya sebatas menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berperan sebagai mitra pemberdayaan yang membantu UMKM naik kelas.

Pendampingan yang diberikan diharapkan mampu mendorong Kripik Tempe Bu Ndut berkembang menjadi usaha yang lebih profesional, memiliki identitas yang kuat, dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

Lebih jauh, inisiatif ini diharapkan dapat menginspirasi pelaku UMKM lainnya di Desa Sungai Tengah untuk mulai melengkapi legalitas usaha, memperkuat branding produk, serta terus berinovasi agar semakin berdaya saing dan berkelanjutan di masa depan.***