Gaungriau.com -- Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digalakkan oleh Kodam XIX Tuanku Tambusai bersama pihak-pihak terkait di Jalan Koridor RAPP Km 8, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Senin 31 Agustus 2026.

Sebanyak 310 anggota dikerahkan untuk memadamkan dan mendinginkan area yang terbakar.

Dalam pelaksanaan tugas, petugas menghadapi kondisi medan yang cukup menantang. Lahan gambut yang ditumbuhi semak-semak dan tanaman kelapa sawit meningkatkan kemungkinan api untuk muncul kembali dan menyebar.

Selain itu, angin kencang, suhu tinggi, keterbatasan pasokan air, serta ketebalan asap juga memperburuk upaya pemadaman.

"Kegiatan pemadaman dan pendinginan tetap berlanjut, khususnya di lokasi yang masih mengeluarkan asap dan berisiko terbakar lagi," demikian laporan terbaru dari tim di lapangan.

Operasi pemadaman ini melibatkan unsur-unsur TNI, Polri, pemadam kebakaran, BPBD, MPA, serta personel dari sejumlah perusahaan yang berada di sekitar area tersebut.

Tim mengerahkan 26 mesin ministrike, delapan excavator, satu unit water bombing, dan dua drone, disertai berbagai peralatan pompa dan selang. Alat berat digunakan untuk melakukan penyekatan guna membatasi pergerakan api agar tidak meluas.

Luas lahan yang terbakar mencapai ±967,69 hektare, dengan penambahan sekitar 80,67 hektare.

Petugas terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan perusahaan di sekitar lokasi. Sementara itu, pemilik lahan dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polsek Pangkalan Kerinci (pendam19)