• Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riau H Kaharuddin saat menyampaikan sambutan.

Gaungriau.com -- Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) setakad ini masih 'dikesampingkan' pemerintah dalam hal memberikan anggaran, padahal PNFI juga mampu menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau H Kaharuddin MPd saat membuka Tiga kegiatan Bidang PNFI, Senin 14 September 2015, malam, di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.

Tiga kegiatan yang dilaksanakan tersebut adalah Apresiasi peserta warga belajar PNFI. Lomba karya kreatifitas dan inovasi (LK2I) pembelajaran tutor/pamong belajar program paket B. Dan Lomba cerdas terampil (LCT) bidang akademik peserta didik pendidikan kesetaraan paket B.

Kaharuddin mengatakan, bahwa selama ini bidang PNFI ini masih dianggap sebagai pelengkap dalam memajukan pendidikan, yakni melalui program Paket A,B dan , C. Padahal sebernarnya PNFI ini harus bisa disejajarkan dengan pendidikan formal.

"Selama ini dari segi anggaran baik ditingkat pusat sampai ke tingkat daerah, selalu minim, hal ini juga berdasarkan pengalaman saya saat menjabat Kepala bidang PNFI ini sebelum menjadi Sekretaris Disdikbud, anggaran kita untuk melaksanakan berbagai kegiatan sangat minim," sebut Kaharuddin.

Karena itulah, Dia mengajak kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan PNFI ini agar bisa menunjukkan bahwa PNFI bukan hanya sekedar tempat bagi mereka yang belum berpendidikan SD, SMP dan SMA, tapi juga sebagai bagian yang mampu menciptakan SDM berkualitas.

"Agar pemerintah mau memperhatikan kita lebih lagi, terutama dari sisi anggaran, kita harus menunjukkan kalau melalui PNFI, bisa menghasilkan SDM berkualitas dan memiliki keterampilan," ujarnya memberi semangat.  

Sementara, Ketua panitia pelaksana acara Edi Salim menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong dan memotivasi lembaga PNFI untuk bersaing secara sehat dengan mengikut sertakan warga belajarnya pada lomba kompetensi.

"Meningkatkan kualitas ppembelajaran, inovasi dan kreatifitas pelaksanaan pembelajaran tutor/pamong belajar paket B, dan meningkatkan minat belajar dan mengembangkan bakat keterampilan yang dimiliki oleh peserta program paket B," kata Edi Salim.

Untuk peserta dalam Tiga kegiatan tersebut menurut Edi Salim berjumlah 192 peserta dari Kabupaten dan Kota di Riau. "Lomba apresiasi warga belajar PNFI, 48 orang, LK2I program paket B, 36 orang dan LCT paket B, 108 orang," urainya.** (mad)