Gaungriau.com -- Akibat bencana kabut asap yang sudah hampir satu bulan ini melanda Kota Pekanbaru dan mengakibatkan penurunan jual beli masyarat dipasar-pasar tradisional.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengatakan bahwa kabut asap yang terjadi beberapa minggu belakangan ini mengakibatkan penurunan daya jualbeli masyarakat dipasar tradisional yang ada di Kota Pekanbaru.

"Dari pengawasan yang kita dengan cara memonitor pola distributor dan jualbeli masyarakat telah terjadi penurunan hingga 40 persen jika dibadingkan hari-hari sebelum kabut asap,"ujar Irba ketika ditemui, Selasa 15 September 2015 di kantor Walikota Pekanbaru.

Irba menambahkan, untuk pengawasan tersebut pihaknya  sudah turun keenam pasar tradisional yang ada di Kota Pekanbaru. Seperti pasar Rumbai, pasar Sail, pasar pagi arengka, pasar dupa, pasar cik puan, pasar kodim.

"Dari keenam pasar ini rata-rata mengalami penurunan pembeli. Hal ini dampak dari intruksi Pemerintah Kota(Pemko) yang membatasi atau mengurangi masyarakat untuk beraktivitas diluar ruangan atau rumah untuk mengindari dampak kabut asap,"ungkapnya.

Dengan dijadikannya darurat kabut asap oleh Pemerintah Provinsi Riau. Irba berharap Pemerintah Pusat mau memberikan bantuan semacam insentif bagi para pedagang terutama pedagang sembako dipasar-pasar tradisional yang mengalami kerugian.

"Inikan sudah darurat bencana asap, bisa ndak kita memintak bantuan  semacam insentif untuk para pedagang yang mengalami penurunan omset. Yang jelas,  wacana ini sedang disusun Pemerintah Provinsi untuk pendanaannya,"harapnya.

Irba juga mengatakan jika rata-rata pedagang yang berjualan banyak mengeluh ke dirinya terkait penurunan daya beli masyarakat."Ada pedagang yang mengeluh ke saya seperti pedagang pasar kodim, yang mengaku pembeli sepi sejak kabut asap semakin pekat,"tutupnya.**(saf)