Gaungriau.com -- Sejak kemarau panjang melanda daerah ini, warga menjadi kesulitan air bersih untuk keperluan minum dan memasak. Akibatnya, harga air galon pun melonjak mencapai Rp 15.000 sampai Rp 20.000 di Kecamatan Pelangiran, kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Karena selama ini warga yang tinggal di pesisir Inhil, memanfaatkan air hujan untuk keperluan minum dan memasak. Sehingga saat musim kemarau, mereka kesulitan air bersih hingga harus membeli air galon. Karena bak penampungan air hujan warga sudah kering.

"Kebutuhan air galon di daerah kami sangat besar, sampai harganya meningkat jadi Rp 15.000 sampai Rp 20.000 pergalon," ungkap Hamsan, warga Pelangiran, Senin 21 September 2015.

Disebutkan, mahalnya harga air galon ini dikarenakan harus didatangkan dari Tembilahan dan Kepulauan Riau. Besarnya kebutuhan masyarakat akan air bersih, maka kemarin pasokan air galon di daerah ini sempat habis.

Warga mengakui memang di Kecamatan Pelangiran ini, ada air PDAM tetapi tidak bisa dikonsumsi, karena kondisinya berwarna merah khas air kawasan tanah gambut.

"Air PDAM yang ada di Pelangiran kondisinya berwarna merah karena struktur tanah di wilayah ini gambut, itu pun tidak jalan 24 jam, hanya 3 sampai 5 jam pada siang hari," tambah Hamsan.

Sehingga banyak warga yang menggunakan mesin pompa air untuk mendapatkan air buat keperluan mandi, cuci dan lainnya.

Sebagai catatan, padahal di daerah ini banyak terdapat perusahaan skala besar, namun keberadaan mereka tidak memberikan dampak berarti bagi warga setempat. Padahal, melalui program CSR nya mereka dapat membantu kebutuhan air bersih warga di wilayah operasionalnya.**(Suf)