• H Ahmad Supardi Hasibuan

PASIR PENGARAYAN -– Kondisi kabut asap yang tak kunjung membaik akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), membuat Kantor Kementerian Agama Rokan Hulu (Kemenag Rohul) mensiasati alternatif lain untuk pemulangan Jemaah Haji Rohul.

Seperti diketahui, akibat jerebu yang semakin pekat membuat Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, bandara Pinang Kampai Dumai dan Bandara Tuanku Tambusai Riau tutup. Sehingga di kawatirkan ketika Jemaah kembali dari tanah suci, Bandara Tuanku Tambusai di Rohul belum bisa melayani penerbangan.

Berdasarkan rapat panitia haji Kemenag Rohul, ada tiga solusi untuk pemulangan Jemaah haji dari Mekkah nantinya. Alternatif pertama, tetap memulangkan Jemaah haji melalui bandara Tuanku Tambusai Pasir Pengarayan, dengan menggunakan pesawat Wings Air sesuai dengan kontrak.
 
Pilihan kedua memulangkan Jemaah haji melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, mengingat Bandara Sultan Syarif Kasim II masih memungkinkan melayani penerbangan buka tutup sesuai dengan kondisi ketebalan jerebu.

Sedangkan pilihan ketiga, Jemaah haji transit di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Provinsi Sumatera Barat. Dari Padang Jemaah akan menggunakan jalur darat menuju ke Rohul.

“Bila melalui Pekanbaru dan atau Padang, maka para Jemaah haji akan diangkut dengan bus menuju Pasir Pengarayan dengan segala resiko yang akan timbul, termasuk penambahan biaya. Namun, biaya itu diharapkan tidak lagi dibebankan ke JH, namun ditanggung Pemkab Rohul,” jelas Kepala Kantor Kemenag Rohul, Ahmad Supardi, Kamis 1 Oktober 2015.

Ahmad Supardi mengaku, Bupati Rohul sudah berikan perhatian sangat serius terkait dengan JH Rohul. Apalagi saat di Arab Saudi ada sejumlah insiden seperti kasus Crane dan Kasus Mina, yang secara psikologis berpengaruh ke JH Rohul. Sehingga, JH harus di layani dengan sebaik-baiknya dan jangan lagi dibebani biaya baru, dan itu cukup ditanggung Pemkab Rohul.

Sementara, Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Rohul, Syaiful Bahri, mengatakan, arahan bupati Rohul, pemulangan JH Rohul tetap melalui udara, baik melalui Pasir Pengarayan maupun melalui Pekanbaru atau Padang, dan tidak usah melalui laut karena di laut juga cuaca tidak bagus dan lama dalam perjalanan.

Sedangkan terkait dengan kost yang akan timbul, Syaiful menyatakan, itu  akan jadi tanggungjawab Pemkab Rohul. Hal sama juga disampaikan bupati Rohul ke Kakan Kemenag Rohul, saat melaporkan kondisi JH Rohul terkini dan situasi yang dihadapi saat ini, Rabu malam di Masjid Agung Madani Islamic Centre (MAMIC) Pasir Pengarayan.**(Lim)