PEKANBARU -- Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau meminta dengan hormat insiden yang terjadi di internal HMI dapat menemukan satu solusi yang baik. Adapun persoalan yang terjadi, setidaknya dapat disudahi guna menghindari hal-hal yang lebih buruk agar tidak menjadi berlarut-larut.

Demikian disampaikan anggota DPRD Riau, Mansyur HS yang dihubungi melalui sambungan selulernya, Ahad 22 Nopember 2015, saat diminta tanggapannya terkait adanya perselisihan antara pihak panitia kongres HMI dengan peserta kader HMI dari perwakilan daerah Makasar.

Dikatakannya, pelaksanaan kongres HMI yang ke XXIX ini seharusnya dapat dijaga marwah dan martabatnya. Artinya, jangan sampai hanya dengan persoalan sepele, membuat kewibawaan organisasi islam ini menjadi tercemar atau tercoreng nama baiknya.

"Kita sama-sama tahu ini merupakan kongres yang memiliki gengsi tinggi. Apalagi, digelar secara nasional dan diketahui seluruh masyarakat Indonesia. Kongres ini jangan dicemari. Kita harus jaga kewibawaannya," kata Mansyur.

Disinggung mengenai apakah ada kelemahan yang terjadi dari pihak panitia dalam melakukan persiapan penyambutan sejumlah kader dan penggembira dari beberapa daerah, politisi PKS ini mengatakan belum mengetahui jelas seperti apa mekanisme yang sebenarnya diterapkan di lapangan.

Sebab, diakuinya memang ada sejumlah penggembira dari berbagai daerah yang sudah ditentukan jaminan keberadaannya di Riau yang sudah dianggarkan oleh panitia. Untuk itu, jika kuota tersebut melebihi dari angka yang ditetapkan, menurutnya itu merupakan kader yang dibawa dan ditanggungjawabkan oleh koordinator masing-masing daerah  dari kandidat calon pengusung.

"Jadi kita minta juga koordinator masing-masing daerah dapat mengandel anggotanya secara keseluruhan. Mengenai adanya kendala yang ditemukan, hendaknya dapat dibicarakan lebih lanjut, sehingga masalah kesalahpahaman ini tidak berlarut-berlarut," himbaunya.**(wan)