• Bupati Saymsuar dan isteri memperlihatkan jari mereka yang telah diberi tinta usai mencoblos. (Foto: Humas Siak)

SIAK -- Pemilihan Umum KEpala Daerah (Pemilukada) serentak tahun ini dinilai Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi tidak se mertiah pelaksanaan Lima tahun sebelumnya, karena semu alat keperluan Pemilukada dihandle oleh KPU, sehingga setiap pasangan calon yang bertarung tidak bisa berbuat banyak karena adanya aturan yang tidak membolehkan  paslon menyediakan APK.

Pola seperti itu menurut Syamsuar bukanya untuk mengiritkan, tapi semakin  menguraskan anggaran yang tidak pasti arahnyanya, ditambah lagi dengan waktu kampanyenya cukup lama, lebih dari Tiga bulan.

"Kemeriahan pesta demokrasi ini akan terlihat dengan semakin banyaknya alat perag kampanye para calon, tetapi untuk kali ini kan tidak demikian," kata Bupati Syamsuar ditemui usai mencoblos di TPS 1 di SMA 1 Siak bersama istrinya Rabu 9 Desember 2015.

Dia juga menilai bahwa pelaksanaan Pemilukada serentak kali ini seperti nya sangat membatasi ruang gerak bagi setiap pasangan calon yang bertarung  untuk bergerak lebih, semuanya serba dibatasi oleh aturan yang dibuat oleh KPU.

Disamping itu juga persoalan pemutakiran data juga masih bermasalah, sehingga cukup banyak masyarakat yang protes dan kecewa dibuatnya, "kalau kita berasumsi secara kasat mata boleh dibilang bahwa pihak KPU belum siap sama sekali untuk menggelar Pemilu kada serentak, ini seperti nya sangat dipaksakan sekali," pungkasnya.

Hal ini dipeparah dengan carut marutnya proses panjang perjalan Pemilukada serentak sampai 1 hari jelang pencoblosan masih saja terjadi, yakni cukup banyak masyarakat tidak mendapat undangan untuk memilih, walaupun dibolehkan memilih dengan menggunakan KTP, "akan tetapi rasa kecewa yang amat mendalam sudah barang tentu kita rasakan," ujar Syamsuar.**(jas)