BENGKALIS -- Pasangan calon (paslon) Amril Mukminin-Muhammad (AM) digadang - gadangkan telah unggul memperoleh suara tertinggi dari pasangan calon lainya di Pilkada Kabupaten Bengkalis, disinyalir hanya pengelabuan hasil penghitungan suara sementara. 

Diduga, Pernyataan klaim unggul dengan perolehan suara tertinggi dan menang dari tim pasangan AM itu sengaja diheboh-hebohkan untuk mengecoh masyarakat yang baru saja melakukan hak pilih mereka. Ironisnya, manuver itu disebarkan di media sosial dan Short messenger Service (SMS) dan berhasil mengecoh.

SMS berisikan hitungan suara AM menang di Kecamatan Mandau dan Pinggir itu tersebar sekitar pukul 12.00 WIB, padahal penghitungan di TPS TPS masih dan sedang berjalan. Hal itupun berhasil mengelabuhi masyarakat di Kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini.

"Manuver politik yang sangat kotor. Dan sangat disayangkan, Masyarakat lah yang diperbodohi dengan hasil palsu dari penghitungan sementara tersebut," kata Yhopizar SH, Rabu 9 Desember 2015 semberi menunjukan SMS data penghitungan suara yang di duga rekayasa tersebut.

Pria kerap disapa Yophi inipun mengharapakan dengan adanya kejadian ini, masyarakat bisa berpikir positif dan menunggu hasil penghitungan suara yang pasti dari KPU.

"Kita pastikan, SMS data penghitungan sementara yang tersebar itu tidak benar. Dan yang pastinya kita menunggu data C1 dari KPU," tambah Yophi.

Hal senada juga dilontarkan Efendi (30), tokoh pemuda Desa Senggoro, Kecaamatan Bengkalis. Menurutnya, SMS data penghitungan itu dinilai berhasil membuat masyarakat resah.

"Saya juga mendapatkan SMS hasil penghitungan suara itu. Awalnya memang saya tidak percaya, namun setelah media sosial banyak memberitakannya juga ikut percaya," kata Efendi.

Efendi berharap kepada pihak penyelenggara pilkada dalam hal ini KPU bengkalis harus bekerja proposional. "Mudah-mudahan pengaruh SMS itu tidak mewabah di KPU Bengkalis. Artinya, masyarakat menginginkan data penghitungan suara yang benar benar keabsahanya," pungkasnya.**(put)