BENGKALIS -- Desa-desa di Kabupaten Bengkalis sejak pertengahan bulan ini mulai melaksanakan kegiatan Musyabaqoh Tilawatil Quran (MTQ), kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan Qori-Qoriah yang bisa membela Bengkalis di ajang MTQ Provinsi.

Ketua LPTQ Kabupaten Bengkalis, H Arianto, pihaknya berharap ada pembinaan terhadap qari dan qariah secara berjenjang mulai dari tingkat desa hingga Kabupaten Bengkalis. Tidak hanya itu, pembinaan juga perlu dilakuka secara kontiniu untuk menjamin kualitas dari para qari qariah.

“Kadang-kadang kita temukan, di tingkat desa ini pembinaan dilakukan ketika saat mau MTQ saja. Setelah itu, tak ada lagi pembinaan, trus dibina lagi ketika bertanding di tingkat kecamatan. Kondisi seperti itu sebenarnya tidak tepat, karena yang namanya pembinaan perlu dilakukan secara kontinu, tidak hanya pada saat bertanding saja,” kata Arianto, Selasa 2 Desember 2015 kemarin.

Dikatakan, banyak generasi-generasi muda di desa yang cukup berpotensi, baik itu di bidang qari qariah maupun bidang lainnya. Bahkan para pemenang MTQ tingkat provinsi Riau di Siak belum lama ini, hampir kesemuanya berasal dari desa. “Bisa dicek, yang menang dari Kabupaten Bengkalis justru rata-rata tinggal di desa, "tambahnya.

Terkait kemungkinan desa melakukan “impor” kafilah, Arianto mngatakan secara aturan, sah-sah saja desa melakukan impor kafilah. Dengan catatan, kafilah yang diimpot itu berasal dari Kabupaten Bengkalis. “Aturan tertulis soal impor kafilah pada tingkat desa tidak ada. Artinya pelaku bisa membawa siap saja asal masih warga Kabupaten Bengkalis.

“Yang tidak boleh itu, misal kita impor qori dari Pekanbaru atau Dumai baru itu tidak boleh, "tutup Arianto.**(put)