SIAK -- Untuk menjaring bibit regenerasi untuk atlet cabor pencak silat di kabupaten Siak, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Siak menggelar kejurcab pencak silat yang diikuti 12 perguruan, dari 17 perguruan yang tergabung didalam IPSI wilayah kabupaten Siak.

"Diantaranya perguruan pencaknsilay PSHT ,Perisaidiri,IKSPI,Kemenyan putih,sunting 12, Cekak, Domas , Tapoete,Tapak suci,SMI, pagarnusa,Singkai," kata Ketua IPSI Siak Jon Samora kepada GaungRiau ketika dijumpai di Siak Sport Hall Senin 28 Desember 2015.

Sedangkan lima perguruan lagi yang tidak bisa tampil pada kejuruan seperti kejurcab ini disebabkan kelimanya belum layak mengikuti ajang tersebut, diantara nya perguruan Walet Putih, Patbanbu, Persigu, Bunga Islam dan Perguruan Tarekat 21.

Dikatakan Jonsamora, ajang kejurcab dua kelompok umur yang dilgelar oleh IPSI Siak ini yaitu untuk kelompok usia 14 dan usia 17 Tahun ini bertujuan untuk menggali bibit-bibit  silat yang ada didaerah ini .

Malalui ajang Kejurcab ini, piahknya sangat diyakini akan muncul bibit regenerasi yang baru ,yang mana mereka ini nanti adalah calon-calon penerus atlet pencak silat yang bisa kita andalkan untuk masa-masa mendatang bagi Kabupaten Siak.

"Kita semua juga tentu sudah tau, bahwa cabang pencak silat ini merupakan salah satu cabor andalan kota negeri Istana, yangmana atlet silat yang berasal dari kampung telah mampu menempatkan Siak sebagai salah satu daerah penyumbang medali untuk merah putih hingga kekancah internasional," katanya.

Dia berharap dari ajang kejurcab ini juga akan ada lagi muncul pendekar-pendekar yang baru lagi untuk bisa mengikuti jejak senior-seniornya supaya bisa ikut menyumbang prestasi dalam mengharumkan nama daerah.**(jas)