PEKANBARU -- Pedagang kaki lima (PKL) di jalur lambat Jalan HR Soebrantas, Panam, Pekanbaru kembali menjamur. Banyaknya kendaraan roda dua dan empat yang parkir di badan jalan juga makin mengganggu arus kendaraan yang melintas.

Menurut Riki, warga Panam mengatakan maraknya PKL dinilai akibat kurangnya pengawasan terhadap pedagang kaki lima di bekas pasar jongkok Jalan HR. Soebrantas.

"Rata-rata yang jualan pedagang yang kemarin di pasar jongkok juga. Lagian sekarang sudah gak ada yang jaga. PKL bebas-bebas saja berjualan, sampai menimbulkan kemacetan, bahkan sesama pengendara pun sering adu mulut karena terjebak macet," ujarnya kepada media ini, Selasa 12 Januari 2016.

Riki pun berharap, para PKL untuk segera direlokasi kembali ke pasar jongkok, ataupun ketempat alternatif lainnya.

"Memang kalau kita lihat pengunjung di Pasar jongkok tidak sebanyak disaat mereka berjualan di pinggir jalan seperti ini, terlebih pasar jongkok kurang tertata. Tapi pemerintah daerah khususnya dinas terkait tidak boleh diam. Harus selalu mencari solusi," tuturnya.

Sementara Anggota DPRD Pekanbaru, Mulyadi Anwar, meminta Pemko Pekanbaru dalam hal ini Satpol PP harus bertindak tegas. Sebab, dikhawatirkan aktivitas tersebut memicu kemacetan dan membahayakan jika tidak segera dilakukan penertiban.

"Jangan dibiarkan berlarut, karena Lama kelamaan, para PKL ini bakal sulit penertibannya bila diabaikan saja. Pada prinsipnya Pemko harus tegas, Satpol PP harus tegas. Jadi sebelum menjamur segera tindaklanjuti dengan aturan yang ada," tegas Mulyadi.**(dwi)