PEKANBARU -- sejak hari pertama pelaksanaan Ujian NAsional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat Senin 9 Mei 2016, hingga berakhirnya Kamis 12 Mei 2016, sebanyak 2.400 personel kepolisian di turunkan untuk mengawal jalan nya UN 2016.

Selain mengamankan jalanya ujian ,polisi juga mengawal pendistribusian naskah soal UN yang
tahun ini di ikuti 104.461 siswa dari 1.687 sekolah negeri dan swasta. "Ada sekitar 2.400 personel yang kita turunkan untuk mengamankan UN SMP tahun ini,” ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Selasa 10 Mei 2016 di Pekanbaru.

Dia menjelaskan, pengamanan dilakukan menjaga masing-masing sekolah satu sekolah dijaga beberapa polisi satu sekolah di tugaskan Dua sampai Enam orang personel. Personel tersebut ada yang mengenkan seragam lengkap dan ada yang berpakaian sipil.

"Mereka berjaga-jaga di sekolah yang melaksanakan UN, pada hari pertama, berdasarkan laporan yang kita terima dari lapangan, tidak ada yang mengganggu keamanan, UN di seluruh kabupaten/kota di Riau masih kondusif," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)  Riau Dr H Kamsol mengatakan, dengan begitu ketatnya pengamanan yang dilakukan pihak kepolisian terhadap pelaksanaan UN ini, maka apa-apa yang menjadi isu setiap pelaksanaan Un berlangsung seperti beredarnya kunci jawaban, diharapkan tidak dipercayai peserta UN.

"Jangan percaya akan adanya kunci jawaban dan lainnya, percaya saja padi kemampuan diri sendiri, hal itu yang harus dilakukan, sebagai generasi penerus bangsa yang handal dan berkualitas," pungkasnya.**(mad)