• H Abdul Maas

KABUN -- Selama tiga tahun memimpin di Koperasi Unit Desa (KUD) Bumi Asih Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, H Abdul Ma’as dinilai berhasil mengembangkan koperasi tersebut. Buktinya, untuk tahun 2016 ini pihaknya mendapatkan bantuan sosial (Bansos) dari Kementrian Koperasi sebesar Rp 900 juta.

Ketua KUD Bumi Asih, H Abdul Ma’as menjawab Gaungriau.com, Rabu 11 Mei 2016 di kantornya mengatakan, dana bansos dari pusat tersebut dialokasikan untuk pembangunan dua puluh unit kios di Pasar Kabun, kios tersebut dimanfaatlan untuk anggota yang ingin membuka usaha.

“Jadi kios yang telah dibangun dikelola langsung oleh KUD melalui anggota kita yang ingin membuka usaha di sana,” terang Ma’as.

Selain itu, kata Abdul Ma’as yang juga ninik mamak Kecamatan Kabun ini, koperasi yang telah dibinanya selama tiga tahun ini telah diusulkan untuk menjadi koperasi terbaik tingkat nasional, dan belum lama ini tim  penilai dari Diskoperindag Provinsi Riau telah melakukan kunjungan ke koperasi tersebut.

“Tim penilai dari Diskoperindag Provinsi Riau telah melakukan kroscek di koperasi ini. Adapun poin-poin yang menjadi penilaian mereka diantaranya, menilai koperasi dalam mengelola keuangan, pelayanan kepada anggota, pembayaran pajak ke daerah serta penggajian kepada anggota,” terangnya.

Lebih dalam lagi, diutarakannya, selama tiga tahun kepemimpinannya pula hutang KUD Bumi asih kepada pihak PTPN V Tandun yang nominalnya milyaran telah berangsur dibayar. Dimana, pengurus sebelumnya hutang tersebut belum bisa diselesaikan, akan tetapi tetap dilakukan pemotongan gaji anggota sebesar 30 persen dari total gaji yang harus diterima.

“Hutang kepada bapak angkat (PTPN V Tandun, red) baru tiga tahun ini dapat diangsur, sebelumnya gaji anggota tetap dipotong tetapi hutang tidak juga berkurang,” paparnya.

Kedepan, Ma’as juga berharap kepada pemerintah melalui dinas terkait agar memberikan pembinaan kepada koperasi yang ada di Rohul ini, karena diakuinya pengurus kud masih banyak kekurangan, terutama di sumber daya manusianya.

“Untuk meningkatkan sdm, anggota kami juga sering mengikuti pelatihan, terutama dalam mengelola administrasi koperasi,” tukasnya.**(lim)