PEKANBARU -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu telah menertibkan pedagang yang berjualan di bahu jalan depan UNRI dan RSJ Tampan, Jalan HR Soebrantas Panam.

Meskipun meja pedagang diangkut Satpol PP, namun pedagang justru bertambah banyak untuk menjajakan kebutuhan berbuka puasa serta pakaian dan juga sepatu, ada juga boneka. Anggota DPRD Kota Pekanbaru menyarankan agar para pedagang jangan ditertibkan dengan alasan kemacetan.

"Turunkan personil Dishub untuk mengatur parkir di lokasi itu agar tidak terjadi kemacetan. Keberadaan pedagang ini harus kita dukung, bukan digusur," ungkap Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Mulyadi Anwar kepada wartawan, Senin 27 Juni 2016.

Dikatakan Politisi PKS ini, secara pribadi dirinya sangat mendukung masyarakat yang kreatif menggunakan momen Ramadhan dan lebaran untuk berwiraswasta. Sebab, momen ini akan menghidupkan ekonomi keluarga para pedagang.

"Ramadhan inilah kesempatan mereka mencari nafkah dengan cara berjualan kebutuhan berbuka, mereka di sana bukan cari kaya, hanya cari makan untuk keluarga, maka pemerintah harus memberikan suport, jangan digusur mereka," tuturnya.

Sementara salah seorang pedagang Lilis (39) berharap Pemko Pekanbaru tidak melakukan aksi yang bisa memancing kemarahan para pedagang, terlebih disaat perekonomian tengah merosot.

"Kita jualan disini cuma pas saat Ramadhan saja, kita berharap dikasi toleransi. Nanti juga usai bulan suci ini kita tidak berjualan lagi," pungkasnya.**(dwi)