PEKANBARU -- Berdasarkan hasil sementara dari Sensus Ekonomi 2016, saat ini terdapat sebanyak 527,2 ribu usaha non pertanian di Provinsi Riau, jumlah ini meningkat sebesar 44,1 persen jika dibandingkan dengan hasil Sensus Ekonomi tahun 2006 yang tercatat sebanyak 365,9 ribu usaha.  

Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Riau, Ir Tri Wahyu Joko Pratomo menjelaskan, dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 193,0 ribu usaha yang menempati bangunan khusus untuk tempat usaha. Dengan demikian sebanyak 334,2 ribu usaha tidak menempati bangunan usha.

"Seperti pedagang keliling, usaha didalam rumah tempat tinggal, usaha kaki lima dan sebagainya. Ini merupakan hasil sementara, meski demikian, biasanya hal rill tidak akan jauh beda dengan hasil sementara ini," jelas Joko, Kamis 1 September 2016 dikantornya.

Dia menjelaskan, jika dilihat dari Kabupaten dan Kota, Kota Pekanbaru merupakan daerah dengan jumlah usaha terbanyak yaitu 104,2 ribu. Namun jika dilihat dari pertumbuhannya, Kabupaten Indragiri Hilir memiliki pertumbuhan usaha terendah yaitu 1,8 persen, sementara Kabupaten Pelalawan merupakan Kabupaten dengan pertumbuhan usaha tertinggi yaitu 110,1 persen.

Untuk diketahui, Sensus Ekonomi merupakan amanat Undang-Undang nomor 16 tahun 1977 tentang statistik, dimana penyelenggara Sensus Ekonomi dilaksanakan Sepuluh tahun sekali, yaitu tahun yang berkaitan dengan angka 6. Sensus Ekonomi di Indonesia telah dilaksanakan sebanyak 4 kali oleh BPS, diawali pada tahun 1986, kedua tahun 1996, dan ketiga tahun 2006, dan yang terakhir tahun 2016.

Sensus Ekonomi merupakan kegiatan pendataan lengkap atas seluruh unit/perusahaan (kecuali sektor pertanian) yang berada dalam batas-batas wilayah suatu negara. Seluruh infromasi yang dikumpulkan bermanfaat untuk mengetahui gambaran tentang struktur ekonomi suatu negara baik menurut wilayah, lapangan usaha, maupun skala usaha.**(mad)