• Hamdani, Anggota Komisi I DPRD Inhu

RENGAT -- Pemadaman Listrik di kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) makin sering terjadi, hal ini tentu perlu disikapi oleh berbagai pihak yang berwenang di Inhu, karena dinilai sudah sangat merugikan masyarakat.

Terakhir PLN Area Rengat berdalih bahwa sedang dilakukan pemasangan mesin baru dengan kekutan 30 MW, namun kenyataannya sejauh ini listrik di Inhu tidak pernah membaik, untuk itu masyarakat meminta agar DPRD Inhu untuk memanggik pihak PLN Area Rengat.

"DPRD Inhu selaku wakil rakyat jangan tidur melihat kondisi listrik di Inhu ini", ujar Marlius warga Rengat melalui slulernya Ahad 25 September 2016.

Masyarakat sudah sangat menderita oleh ulah PLN Area Rengat yang terus saja mematikan listrik tanpa mengenal waktu, kalau dulu jelas dilakukan pemadaman bergilir, sehingga waktunya jelas.

"Sekarang apalagi alasan PLN Area Rengat, mesin baru sudah didatangkan, namun listrik tetap saja mati dan bahkan semakin parah," ujarnya.

Apa tidak ada tergerak hati pemerintah khususnya pemkab. Inhu untuk menyelesaikan permasalahan ini, dan bagi anggota DPRD Inhu jangan diam saja melihat kenyataan ini, tegasnya.

Menyikapi hal itu, Anggota Komisi I DPRD Inhu Hamdani menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh PLN Area Rengat sangat merugikan masyarakat, karena selain kerugian materi juga kerugian terhadap peralatan rumah tangga.

"Masyarakat measumsi kan bahwa pihak PLN Area Rengat berkerjasama dengan agen elektronik yang ada di kabupaten Inhu, karena sejauh ini pihak PLN tidak pernah mengganti peralatan masyarakat yang rusak diakibatkan oleh Pemadaman Listrik," ujarnya, Senin 26 September 2016.

Untuk itu dirinya meminta kepada pihak PLN Area Rengat menyikapi hal ini, agar masyarakat tidak terus dirugikan akibat pemadaman yang terus terjadi.

"Dirinya mengakui bahwa kondisi listrik di Inhu dalam beberapa waktu belakangan ini semakin parah, dan san sangat jauh dari harapan, pemadaman makin sering terjadi, terlebih lagi pada saat menjelang maghrib," ujarnya.

Ini adalah waktu bagi umat muslim beribadah, selain melaksanakan sholat banyak kegiatan yang dilakukan umat muslim pada saat waktu maghrib tersebut, seperti kenduri maupun pengajian-pengajian lainnya.

"Sehingga dengan adanya pemadaman yanmg dilakukan oleh PLN Area Rengat tentu akan sangat mengganggu," pungkasnya.**(man)