PEKANBARU -- Sudah hampir dua bulan ini harga cabai merah terus mengalami kenaikan yang seknifikan di kota Pekanbaru dan daerah sekitarnya. Namun, sampai saat ini Pemerintah Daerah belum juga memberikan solusi untuk menekan harga komoditi primadona tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman, ketika dihubungi melalui telpon seluler, Senin 7 Nopember 2016, mengatakan bahwa pihaknya sudah sering melakukan koordinasi dengan Disperindag Provinsi Riau untuk mencari solusi persoalan cabai tersebut.

"Kenaikan ini tidak bisa hindari, karena adanya faktor cuaca. Namun, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan disperindag Provinsi. Disamping itu, kita juga telah mengitung angka kebutuhan cabai perhari diPekanbaru. Dimana, sesuai data dari Dinas Pertanian, kebutuhan cabe perhari dipekanbaru sekitar 5 ton, jumlah ini disesuaikan dengan jumlah penduduk,"ujarnya.

Irba menambahkan, persoalan tingginya harga cabai saat ini bukalah pertama terjadi. Bahkan dalam kurun waktu dua tahun belakangan, kejadian yang sama sering terjadi dipenghujung tahun. Untuk itu, pihaknya selalu meminta Pemprov untuk mengambil tindakan membuka kran impor.

"Sebenarnya, kami sudah sering minta pihak provinsi untuk membuka kran impor cabai. Namun pihak provinsi mengaku belum bisa membuka, karena masih menghitung kebutuhan cabe perhari untuk Riau dan melihat apakah ada petani yang akan panen. Bahkan, saya meminta kepada Pemerintah Provinsi untuk tidak memikirkan petani panen, tetapi solusi apa yang akan dilakukan dalam waktu dekat untuk antisipasi hal ini,"paparnya.