RENGAT -- Rencana Penobatan Sultan Kerajaan Indragiri Sampai saat ini masih dalam penentuan dan kesepakatan. Sehingga tidak ada acara satu pun tentang penobatan dan acara sakral lainnya di istana Indragiri.
Kemudian, dengan adanya kabar bahwa Tengku Parameswara adalah sultan Indragiri itu tidak lah benar . Karena penabalan Sultan menurut adat keluarga besar kerajaan bahwa Sultan disetujui oleh keluarga besar. Hal ini di tegaskan oleh Ketua Dewan Penasehat Forum Kekerabatan Kesultanan Indragiri (FKKI), HR. A Rivai'e Rachman.
Rivai'e Rachman Menegaskan bahwa adat istiadat Kerajaan Indragiri sama dengan adat istiadat Kerajaan Malaka. Oleh karena itu, Tengku Parameswara bukanlah Sultan Indragiri yang Syah. " Pengangkatan Sultan Indragiri itu harus disetujui oleh Keluarga Besar Kerajaan, Kemudian setelah dikukuhkan barulah tradisi dari suku talang mamak melakukan junjung duli, " ujar Rivaie Rachman.
Dikatakannya lagi, Keluarga Besar Kerajaan Indragiri sangat menyayang kan Kelakuan Tengku Parameswara yang dengan lancang menjual gelar kepada masyarakat, apalagi kepada warga Negara asing. " Kami Keluarga besar Kerajaan sangat mengutuk kelakuan Parameswara yang lancang menjual gelar adat, dalam sejarah adat istiadat kerajaan Indragiri tidak pernah ada istilah menjual gelar, ini merupakan suatu penipuan dan kalau dibiarkan terus akan menjadi aib keluarga besar," tutup Rivaie Rachman.
Sementara itu, Ketua Forum Kekerabatan Kesultanan Indragiri (FKKI), HR Maizir Mit SE MBA Mengatakan Bahwa Tidak benar Sultan Indragiri telah dinobatkan, karena Penetapan Sultan masih dibahas oleh keluarga besar Kerajaan Indragiri.
Dikatakannya lagi, Sosok Seorang Sultan itu adalah Tokoh adat yang Beradat, santun, tidak berbuat yang bukan-bukan. " Sultan adalah Tokoh Adat Negeri Melayu yang harus Faham dengan Khasanah Melayu, Melayu itu sangatlah santun, arif dan bijaksana," tegas Maizir Mit.
Senada dengan Ketua Dewan Pembina FKKI, HR. Maizir Mit sangat menyesalkan perbuatan Tengku Parameswara yang ingin menabalkan dirinya menjadi Sultan Indragiri secara sepihak dan diam-diam. "Parameswara itu seperti orang yang tidak beradat, tidak mempunyai etika dalam keluarga besar kerajaan. Parameswara telah melukai marwah tokoh-tokoh Pembesar kerajaan Indragiri, Di FKKI ini ada Semuanya tergabung tokoh dan sesepuh Kerajaan, ada bapak Rivaie Rachman, Pak Mambang Mit, Pak Arsyad Rahim, Pak Encik Hasyim, Pak Marjohan Yusuf, Pak Tengku Razmara dan tokoh lainnya. Seharusnya dia Silaturahmi dan minta Izin dulu sama keluarga besar. Apalagi tujuan dirinya menjadi Sultan Sudah Merusak dengan diduga menjual gelar ke Warga Negara Asing," ujar Maizir Mit saat didampingi Humas FKKI, Fadila Saputra.



