DPR Pelaku Jasa Konstruksi menjadi Tuan Rumah
Lima Negara Pengaruhi Pertumbuhan Industri Jasa Konstruksi Indonesia
Selasa, 21 Maret 2017 - 00:00:00 WIB
JAKARTA -- Pengamat Ekonomi Ichsanuddin Noersy mempertanyakan apakah jasa konstruksi domestik ini memiliki daya saing terhadap negara-negara lain. Sebab hingga kini masih ada lima negara yang mempengaruhi pertumbuhan industri jasa konstruksi yakni Jepang, Korea, India, China dan Singapura.
“Mereka banyak memberikan pinjaman untuk pembangunan infrasrtuktur kita. Bahkan negara Jepang membiaya infrastruktur moda transportasi,“ kata kata pengamat ekonomi Ichsanuddin Noersy dalam diskusi "Implementasi UU Jasa Konstruksi 'Senadakah Dengan Nawacita Jokowi' bersama Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis dan Direktur Bina Kelembagaan dan Sumber Jasa Konstruksi, Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yaya Supriatna Sumadinata di Jakarta, Selasa 21 Maret 2017.
Direktur eksekutif Pusat Studi Kebijakan Publik ini menegaskan kalau pembangunan infrastruktur jasa konstruksi dibiayai asing, maka hal itu jelas mendikte perusahaan jasa konstruksi dalam negeri. “Lihat saja, bagaiman Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, lalu MRT Jakarta, kemudian Kereta Cepat KCIC Jakarta-Bandung. Itu semua dibiayai asing,“ katanya.
Sementara Fary Djemy Francis menegaskan DPR agar pelaku usaha jasa konstruksi menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Semakin tingginya tingkat persaingan sektor jasa konstruksi, baik ditingkat nasional maupun internasional membutuhkan payung hukum yang dapat menjamin kepastian hukum dan kepastian usaha dibidang jasa konstruksi terutama pelindung bagi pengguna jasa, penyedia jasa, tenaga kerja konstruksi dan masyarakat jasa konstruksi.
Selain itu, kata Fary, penguatan sumber daya manusia jasa konstruksi dalam menghadapi persaingan global membutuhkan payung hukum yang kuat. Sehingga bisa meningkatkan daya saing dan kompetensi tenaga kerja konstruksi dalam negeri melalui sertifikasi kompetensi kerja. "Begitu juga dengan pemenuhan upah dan remunerasi minimal bagi tenaga kerja konstruksi ditingkat jabatan ahli," tambahnya.
Sementara Yaya mengatakan pihaknya sudah menerima naskah dari UU Jasa Konstruksi dari Setneg dalam hal ini Kemenkumham. “Kami segera menyampaikan Undang-undang Jasa konstruksi UU no.02 tahun 2017 kepada seluruh stake holder khususnya kepada pemerintah daerah terutama kepada Asosiasi profesi dan juga lembaga yang masih sedang berjalan," katanya.
Pada intinya di dalam sosialisasi ini mereka memberikan aprsiasi yang sangat tinggi sekali karena UU Jasa konstruksi ini adalah inisiatif DPR yang dinyatakan kekosongan-kekosongan yang terjadi pada UU Nomor 18 tahun 1959 itu telah diisi dengan baik sekali di dalam Undang-undang Jasa konstruksi Nomor 02 tahun 2017.
“Nanti bisa kita lihat isi Undang-undang ini bukan lagi undang-undang yang di revisi. Tetapi Undang-undang pengganti Karena dari pasalnya sudah bertambah dari 46 menjadi 106, jadi lebih hampir 100 persen," ujarnya.**(bam)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Rabu, 12 Oktober 2016 - 00:00:00 WIB
Kemenag Didesak Bentuk BPIH
JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) RI didesak segera melaksanakan amanat UU No.34 tahun 2014 untuk membentuk Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH), yang fokus menyelenggarakan ibadah haji. Adanya BPIH diharapkan penyelenggaraan ibadah haji akan menjadi lebih baik, transparan dan akuntabel.
-
Senin, 10 Oktober 2016 - 00:00:00 WIB
LE : Pilkada Damai Harga Mati
JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi II Lukman Edy (LE) mengatakan konflik di Pilkada diyakini selain konsoliasi demokrasi terhambat, juga akan mengganggu ekonomi dan terhambatnya investasi. Â Karenanya, LE meminta agar seluruh parpol, masyarakat yang terlibat dalam tim…
-
Selasa, 04 Oktober 2016 - 00:00:00 WIB
DPR Optimistis RUU ITE Disahkan Akhir Oktober
JAKARTA -- Anggota Komisi I DPR RI FPPP H. Syaifullah Tamliha optimis RUU Informasi dan Traksaksi Elektronik (ITE) akan memperoleh pengesahan dalam sidang paripurna DPR RI pada 28 Oktober 2016. Optimisme tersebut disebabkan saat ini tak ada perbedaan mendasar antara DPR RI dan pemerintah (pengusul RUU ITE)…
-
Minggu, 02 Oktober 2016 - 00:00:00 WIB
Pentingnya Investasi di Bidang Properti
JAKARTA -- Salah satu penasihat bisnis Robert T Kiyosaki, Dr. Dolf de Ross, mengatakan pentingnya berinvestasi di properti secepat mungkin. Perbedaan waktu membeli akan berakibat pada hilangnya kesempatan untuk memperoleh arus kas positif yang lebih besar. Demikian…
-
Selasa, 20 September 2016 - 00:00:00 WIB
10 Tahun Dibahas Tanpa Usai, RUU Perbukuan Terlalu Lama Mengendap
JAKARTA -- Pembahasan RUU Sistem Perbukuan dirasakan sudah terlalu lama sekitar 10 tahun dan hingga kini belum ada tanda-tanda selesai sampai pembahasannya. Alasannya perkembangan perbukuan saat ini terlalu kompleks. “DIM (daftar inventarisasi masalah) nya 565 DIM diharapkan…
-
Kamis, 15 September 2016 - 00:00:00 WIB
Membangun DPR sebagai Rumah Rakyat
Relasi DPR dan Masyarakat Madani Harus Diperkuat
JAKARTA -- Untuk membangun DPR sebagai rumah rakyat tak hanya tergantung pada perbaikan sistem di internal DPR dan peran parpol saja. Tak kalah penting, peranan aktif civil society atau masyarakat madani untuk mendorong reformasi parlemen. Pola relasi…
-
Kamis, 15 September 2016 - 00:00:00 WIB
UU Pemilu Perlu Penyederhanaan Terus-Menerus
JAKARTA -- Ketua Fraksi PKB DPR Ida Fauziah berharap revisi undang-undang (UU) Pemilu mesikipun tidak permanen, bisa digunakan untuk jangka waktu lama atau road map untuk 20 tahun ke depan. Panjangnya masa berlaku produk hukum itu diyakini akan sangat menghemat energi mengingat untuk mengesahkan suatu UU, meski…
-
Rabu, 07 September 2016 - 00:00:00 WIB
RUU Minol Tak Mengganggu Kepentingan Asing
JAKARTA -- Ketua Panitia Kerja RUU Larangan Minuman Beralkohol (Minol) H. Arwani Thomafi meyakini upaya pelarangan minol dalam RUU Minol tidak mengganggu kepentingan/wisatawan asing. Namun hendaknya peredaran minol harus dibarengi dengan izin penjualan termasuk perizinan produksi tempat minol tersebut. Arwani tak mengelak adanya ritual agama tertentu yang membolehkan…
-
Selasa, 30 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
DPR Dorong Kewenangan KPPU Diperkuat
JAKARTA -- Anggota Komisi VI DPR RI Eka Sastra mendorong diperkuatnya kewenangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melalui RUU Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, yang saat ini sedang dibahas oleh DPR RI. Penguatan secara kelembagaan, kewenangan dan anggaran tersebut diperlukan agar terjadi harmoni harga-harga kebutuhan…
-
Kamis, 25 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
Temu Tokoh Nasional
"Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan untuk Kemandirian Bangsa"
YOGYAKARTA -- Temu Tokoh Nasional menjadi salah satu rangkaian kegiatan Muktamar yang berlangsung pada Kamis 25 Agustus 2016 di Islamic Centre, Universitas Ahmad Dahlan. Temu Tokoh kali ini menghadirkan dua tokoh nasional, yaitu Prof Dr Amien Rais MA, dan Rahmawati Husein PhD.
-
Kamis, 25 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
DPR Akan Tolak Kenaikan Harga Rokok
JAKARTA -- DPR RI akan menolak kenaikan harga rokok jika pemerintah memutuskan untuk itu, karena akan membuat terpuruk petani tembakau serta karyawan pabrik dan para penjualan asongan rokok. Pengangguran besar-besaran akan terjadi, ini yang perlu dihindari. “Saya…
-
Selasa, 23 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
Riau Salah Satunya
Pemerintah Tetapkan Enam Provinsi Darurat Karhutla
JAKARTA -- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana) (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan bulan September adalah periode puncak kemarau. Pada bulan September ini juga merupakan puncak dari jumlah hotspot atau puncak panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Periode hotspot terbanyak dari karhutla di…
-
Minggu, 21 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
Oesman Sapta: Kenaikan Harga Rokok Kurangi Jumlah Perokok Pemula
JAKARTA -- Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta menyambut positif rencana kenaikan hargo rokok, yang akan segera diberlakukan. Menurutnya rencana tersebut bisa membatasi kebiasaan anak remaja yang mulai mencoba-coba merokok. "Anak-anak remaja yang mencoba memulai merokok akan…
-
Kamis, 18 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
Ketua MPR : Masih Banyak Anomali dalam Kehidupan Berbangsa
JAKARTA -- Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyatakan meskipun bangsa Indonesia telah mengukuhkan UU NRI sebagai buku suci, namun masih banyak bersikap anomali yang ditemukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Buktinya, banyak kepentingan indvidu, kelompok dan golongan yang berada di atas kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Sumberdaya…
-
Minggu, 14 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
Jadi Simbol Bendera Indonesia
OSO: Gunung Merah Putih di Sulit Air
JAKARTA -- Keberadaan Nagari Sulit Air di Kabupaten Solok, kental dengan sejarah perlawanan anak nagari di Sumatera Barat dalam melawan penjajah di masa kolonial. Tuanku Imam Bonjol sebagai figur kekuatan didukung ulama Paderi dan kaum adat berhasil mendirikan pusat kekuatan di Bonjol (1803-1838). …
-
Selasa, 09 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
DPR : RUU Kamnas Belum Dibutuhkan
JAKARTA -- Legislator Senayan dari Fraksi PPP DPR RI Arsul Sani menilai RUU Kamnas (Keamanan Nasional) belum begitu diperlukan dan tidak tepat DPR RI langsung merespon dengan memasukan ke Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2016. Sebab hingga saat ini, baru 10 dari 40 RUU yang menjadi tugas DPR…
-
Senin, 08 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
MPR Gelar Tiga Agenda Akbar
JAKARTA -- Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada bulan Agustus ini ada tiga agenda besar MPR, yaitu penyelenggaraan Sidang Tahunan MPR pada tanggal 16 Agustus, peringatan Hari Konstitusi pada tanggal 18 Agustus, dan Peringatan HUT MPR pada tanggal 29 Agustus 2016. …
-
Kamis, 04 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
Politisi PDI Perjuangan Sebut Kabinet Reshuffle Kabinet Daur Ulang
JAKARTA -- Anggota komisi I DPR Effendi Simbolon menilai kabinet hasil reshuffle sebagai kabinet daur ulang dan diyakini tak akan berhasil dibandingkan kabinet original. Sebaliknya Effendi Simbolon pesimistis dan menyebut kabinet daur ulang akan mengakibatkan bangsa ini semakin terpuruk.
-
Rabu, 03 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
Penahanan Pencemar Nama Baik
Harus Melalui Pembuktian Pengadilan Terlebih Dulu
JAKARTA -- Ketua Tim Panja RUU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dari pemerintah Prof Dr Henri Subiakto mengatakan seseorang yang diduga melakukan pelanggaran pidana pencemaran nama baik dan dijerat menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tidak boleh lagi dipenjara sebelum ada putusan pengadilan. Dalam revisi UU…
-
Selasa, 26 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
DPR : Lahan Tembakau Dikhawatirkan Menjadi Kenangan
JAKARTA -- Pemerintah dinilai masih memandang remeh potensi pasar daun tembakau. Bahkan dalam RUU Pertembakauan, daun tembakau hanya dipandang sebatas masalah rokok semata. Hal itu terlihat dari terpuruknya tembakau Indonesia dan kalah oleh ekspor tembakau yang mencapai 75 persen untuk keperluan dalam negeri memproduksi rokok putih. Tembakau…






