SELATPANJANG -- Bupati Kabupaten Siak H. Syamsuar melakukan kunjungan kerja (Kungker) di Kabupaten Kepulauan Meranti, kunjungan ini dalam rangka mensinergikan program pembangunan di dua Kabupaten Pesisir bertetangga itu untuk saling mendukung menuntaskan berbagai persoalan daerah melalui pembangunan infrastruktur merangkai pulau dan sebagainya, Kamis 20 April 2017.

Kunker diawali dengan mengelilingi jalan-jalan protokol di Meranti dan peninjauan Pasar Modern guna melihat perkembangan Kota Selatpanjang yang menjadi Ibu Kota Kabupaten, selanjutnya melakukan pertemuan dengan Perangkat Pemerintah Daerah dan tokoh masyarakat Meranti yang dikemas dengan dialog bertempat di Aula Afifa, Selatpanjang.

Turut hadir dalam pertemuan itu Wakil Bupati H. Said Hasyim, Ketua DPRD Meranti H. Fauzy Hasan, Sekdakab. Merati Drs. Julian Norwis SE MM, Kapolres Meranti AKBP. Barliansyah, Dandim, Danramil, Asisten Sekdakab. Meranti, Kepala Dinas/Badan dilingkungan Pemkab. Meranti, Camat, Kades, Tokoh Masyarakat/Agama/Adat.

Bupati Siak H. Syamsuar usai mengelilingi Kota Selatpanjang dan meninjau Pasar Modern bersama Bupati Meranti H. Irwan dan tokoh maayarakat Riau H. Wan Abu Bakar, mengaku takjub melihat perkembangan Meranti yang dinilai luar biasa. Bahkan dirinya mengaku lupa dengan Kota Selatpanjang karena begitu banyak perubahan yang terjadi salah satunya jalan-jalan yang dulunya kecil kini telah lebar dan dibuat Hot Mix.

"Sudah banyak saya lupa karena jalan jalan sudah lebar dan beraspal, dahulu SD Delima dijalan Kartini sering banjir, Meranti saat ini sudah sangat luar biasa, saya mendapati banyak sekali perubahan di Kota Selatpanjang dan saya yakin perkembangan juga terjadi diseluruh Kecamatan," Ujar Bupati Siak Syamsuar.

H. Syamsuar yang sempat menjabat sebagai Pj. Bupati Meranti diawal pemekaran tahun 2010 lalu merasa senang karena apa yang menjadi harapan para pejuang pemekaran secara bertahap mulai diwujudkan oleh Pemerintah Daerah.

"Inilah hasil perjuangan pemekaran Kabupaten Bengkalis, dahulu Meranti sulit, hanya satu mobil  saja yang ada, berbeda dengan sekarang, dulu kemana-mana agar lebih leluasa saya menggunakan honda dan hampir seluruh kampung saya jelajahi, mungkin hanya 10 persen saja yang belum terkunjungi," akunya merasa begitu berkesan saat bertugas di Meranti.