• Gubri memberikan sambutan saat hadiri Sidang Paripurna HUT Kab Kampar ke 67 Tahun 2017 di Bangkinang.

KAMPAR -- Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman ajari Pemkab dan Legislatif Kampar bagaimana memanej keuangan dan program pemerintahan yang baik dan benar tanpa ada kekhawatiran proses hukum belakangan.

Karena itu, Andi Rachman (sapaan akrab Gubri) tanpa malu menyebut proses pendampingan dan pengawasan yang dilakukan yang dilakukan Bidang Pencegahan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) sangat berdampak positip terhadap prilaku korupsi.

"Hasil evaluasi KPK, untuk rencana aksi provinsi sudah 75 persen kita laksanakan. Ini tentunya juga aman untuk pemerintah dieksekutif mau pun dilegislatif," kata Andi Rachman, saat menyampaikan sambutannya pada acara HUT ke-67 di Gedung DPRD Kampar, Senin 6 Februari 2017.

Melalui proses pendampingan ini pula, realisasi yang berhasil menyentuh angka diatas 85 persen. Andi kemudian menyebut baik dirinya selaku orang nomor satu beserta jajaran mau pun wakil rakyat yang membahas anggaran pun tak perlu lagi dipusingkan.

Ada pun hal positip lainnya dari pendampingan itu, pemerintah provinsi juga berhasil menghemat anggaran sebesar 13 persen atau Rp308 miliar lebih dari total APBD Riau 2016 lalu.

Andi lantas menghubungkan posisi Kampar yang dinilai masih perlu pembenahan. Baik dari aspek pengangguran terbuka, Indek Prestasi Manusia (IPM), PDRB serta pengangguran yang masing-masing diangka lima kecuali untuk IPM.

Pada hal perhatian Pemprov Riau terhadap Kampar selama ini cukup besar dibanding daerah lainnya, yakni diatas Rp400 miliar lebih.