• Terlihat kediaman bupati Bengkalis Wisma Sri Mahkota sepi hanya ada petugas yang berjaga.

BENGKALIS -- Gaungriau.com -- Sejumlah wartawan meliput di Wisma Sri Mahkota merupakan kediaman bupati Bengkalis beralamat dijalan Antara Kota Bengkalis diusir dua anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bengkalis Jumat, 1 Juni 2018.

Ada empat wartawan yang masih menunggu hasil penggeledahan oleh lembaga anti rasuah tersebut.

Berdasarkan pantauan ada sebanyak 12 penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak pukul 11.30 WIB hingga 17.30 WIB masih berada di dalam di kediaman bupati Bengkalis.

Dua anggota Satpol PP Bengkalis dengan pakaian dinas lengkap, tiba tiba menghampiri tiga wartawan yang setia menunggu informasi resmi dari KPK yang masih geledah ruangan dan kamar kediaman bupati Bengkalis. Salah satu anggota Satpol PP bertanya kepada wartawan agar segera keluar dari areal Wisma Sri Mahkota dikarenakan ada perintah dari atasan.

"Bang, saya ada perintah dari atasan. Abang diminta agar keluar dari disini," ucap salah satu anggota Satpol PP tinggi tegap itu.

Saat ditanyakan perintah atasan tersebut bupati Bengkalis. "Bukan bang, atasan kami Kakan Satpol PP, " jelasnya.

Salah seorang wartawan Nasir menyayangkan sikap anggota Satpol PP tersebut tindakan itu memang dinilai tidak mendasar mengingat dirinya bersama rekannya tidak masuk didalam kediaman bupati melainkan berada dihalaman saja.

"Kitakan duduk di disini bukan masuk ke dalam rumah kediaman bupati," cetusnya.

Hingga saat ini, tim KPK masih berada didalam kediaman bupati Bengkalis sejumlah pejabat pemkab Bengkalis masih berada didalam, belum ada keterangan resmi dari lembaga anti rasuah tersebut. Sedangkan sejumlah awak media yang meliput tidak dibenarkan wartawan masuk didalam halaman Wisma Sri Mahkota.**(putra)