PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Gedung DPRD Riau menjadi salah satu target peledakan terduga teroris yang ditangkap Polda Riau pada akhir pekan lalu. Wakil Rakyat DPRD Riau menilai target gedung DPRD Riau menjadi sasaran teror merupakan fenomena baru.
Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman merasa kecewa dengan adanya tindakan teroris di Riau, apalagi sudah masuk kampus. Menurut Politisi Demokrat ini, semua pihak harus ikut pro aktif terhadap lingkungan mulai dari tingkat RT RW meningkatkan keamanan.
"Dan jika ada yang mencurigakan silahkan laporkan kepada pihak berwenang. Kerjasama yang baik dan bagus supaya tidak terjadi aksi teroris," ungkap Noviwaldy kepada wartawan kemarin di gedung DPRD Riau.
Pria yang akrab disapa Dedet ini mendukung apapun yang dilakukan pihak kepolisian untuk mengantisipasi dan memberantas teroris. Target gedung dewan merupakan hal yang pertama terjadi karena selama ini target teroris ISIS pusat-pusat pertahanan.
"Ini fenomena baru, ISIS biasanya instansi pemerintah pertahanan. Artinya untuk target gedung DPRD ini yang baru dan menjadi berita yang seksi dan gaung yang besar," ujar Dedet.
Untuk meningkatkan penjagaan di gedung dewan, Sekretariat dewan sudah melakukan persiapan melakukan penjagaan pengamanan ekstra. "Dan kami bekerjasama dengan kepolisia. Kita harapkan pengertian warga kalau bertamu KTP nya minta ditinggal," tutur Dedet.
Mantan Anggota DPRD Pekanbaru ini menyebutkan, tindakan teroris jelas mengkuatirkan dan Ia yakin pihak kepolisian mampu menangani buktinya mampu mendeteksi.
"Itu tidak ada hubungan dengan Islam karena membunuh tidak dibenarkan dalam islam," tegas Dedet.**(rud)





















