TEMBILAHAN -- Gaungriau.com -- Keberanian Bupati Inhil HM Wardan untuk mengganti kinerja pejabat yang punya kinerja buruk diragukan. Hal itu bercermin dari periode awal paska terpilih 2013yang lalu, dimana bukan saja kinerja yang buruk bahkan ada beberapa pejabat yg tidak loyal dan melawan, ternyata tidak diganti.
"Terus terang saya ragu keberanian bupati untuk mengganti. Bayangkan saja, lepas terpilih pada periode awal lalu, banyak pejabat yang melawan bahkan menolak saat Wardan berkampanye waktu Pilkada, tidak diganti meski kinerja buruk," ujar Indra Gunawan Sekjen Forum Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (Fokus Ornop) kepada media ini, Selasa, 21 Agustus 2018.
Tambah Indra, salah satu pejabat minim prestasi dan hanya menimbulkan masalah adalah TB. Sepak terjang mister TB, Kabid Kerjasama media di Diskominfo sudah melegenda di Inhil. Saat di Dinas Pendidkan Inhil yang bersangkutan bermasalah dengan THR guru, di Dinas Perindag bermasalah dengan lapak pedagang, di Humas Inhil bermasalah dengan pemalsuan tandatangan pimpinan media, yang terahir di Diskominfo Inhil saat ini masalahnya sangat rumit wartawan.
"Hebatnya dari berbagai kasus yang pernah terjadi, yang bersangkutan selalu lolos dari jerat hukum. Sehingga ada anggapan yang bersangkutan manusia sakti yang kebal hukum," ungkapnya.
Begitu juga dengan mister MT Kadiskominfo, kita masih ingat bagaimana peralatan Gemilang TV yakni tv lokal raib dan berpindah tangan jadi milik perorangan. Padahal, alat -alat tersebut dibeli dengan anggaran daerah, yang mesti dipertanggungjawabkan.
"Dengan segudang masalah yang pernah menimpa pejabat tersebut, saya heran juga kenapa Bupati menunjuk mereka. Lebih heran lagi kalau sampai Bupati takut mengganti mereka berdua, karena terus menimbulkan masalah," pungkas Indra.
Belum lama ini dari rilis berita yang ada Bupati Inhil, HM Wardan mengaku telah mengantongi nama-nama pejabat eselon Pemkab Inhil yang kinerjanya buruk dan harus segera diganti dengan yang lebih baik.
Meski belum menyebutkan kapan waktu yang tepat untuk melakukan mutasi pasca dirinya memenangkan Pilkada Inhil, namun ia memastikan waktu tersebut tidak akan lama lagi.
"Tunggu saja saat yang mengejutkan itu, yang jelas nama-nama-namanya sudah ada," ucap Bupati.
Ia juga menerangkan, sudah tidak ada gunanya lagi bagi pejabat eselon yang merasa terancam akan dimutasi untuk mengharapkan belas kasihan darinya, karena menurutnya, ia sudah memberikan waktu yanh cukup untuk bekerja dengan baik selama ini.
Penilaian kinerja itu sudah lama dilakukan, jadi sekarang tinggal action saja lagi mengganti yang kinerjanya buruk dan tidak loyal itu," lanjutnya.
Sebelumnya, Sekdakab Inhil, Said Syarifuddin pun juga tidak menerangkan kapan dan siapa orang yang akan diganti. Sebagai Ketua Baperjakat, dia mengaku keputusan mutasi tetap disampaikan kepada Bupati yang merupakan kepala daerah.
"Kita rasa wajarlah kalau ada mutasi dalam setiap organisai. Itulah evaluasi untuk perbaikan kinerja. Disamping bertujuan penyegaran, agar para pejabat bisa lebih berprestasi," ujarnya.**(suf)






















