PEKANBARU--gaungriau.com--Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengaku pihaknya belum mampu menggali potensi pajak di Pekanbaru secara maksimal.
Apalagi, hal itu terlihat capaian Bapenda Pekanbaru mengecewakan dimana realisasi pendapatan tahun 2018 masih sangat jauh dari target yang ditetapkan. Bahkan, sampai saat ini tinggal satu bulan lagi memasuki tutup buku akhir tahun capaian target baru sekitar 50 persenan.
"Kalau terhadap capaian target masih jauhlah (jauh dibawah target, red). Sampai saat ini, realisasi baru Rp453 miliar dari target Rp857 miliar. Sekitar 50 persen lebih," ungkap Zulhelmi kepada wartawan, Rabu 21 November 2018 di ruang kerjanya.
Kendati, capaian target masih jauh dibawah target yang ditetapkan Pemko Pekanbaru. Namun, Zulhelmi tetap mengaku capaian mereka sudah tinggi dibandingkan capaian target tahun lalu.
"Cuma kalau dibanding tahun lalu, ada peningkatan," ujar Zulhelmi.
Mantan Camat Rumbai ini menyatakan, jika potensi pajak belum mampu tergali secara maksimal, dengan alasan masih kekurangan personil di Bapenda Kota Pekanbaru. Diantaranya, pajak-pajak reklame yang ada di dalam mal-mal yang ada di Pekanbaru sama sekali tidak ada bayar pajak. Selain itu, pajak air permukaan di Pekanbaru yang belum mampu digarap Bapenda Pekanbaru secara maksimal.
"Kita akan tertibkan, dalam mal-mal itu mereka tidak bayar pajak.Kita instruksikan kawan-kawan untuk sisir. Intinya apapun potensi uang kita akan tagih semua, dan pajak air tanah kita tagih," tandas Zulhelmi. ** (rud)





















