GAUNGRIAU.COM, PEKANBARU - Persoalan kabut asap yang sedang melanda di wilayah Provinsi Riau menjadi topik hangat perbincangan, baik nasional maupun internasional.
Kabut asap yang tak kunjung reda, membuat Ketua Umum Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) kota Pekanbaru Agusman Sikumbang SH menjadi prihatin dan meminta agar penanganan lebih efektif.
"Sungguh saya atas nama Ketua Umum PKDP Pekanbaru, sangat turut prihatin, kondisi kabut asap semakin hari semakin pekat," ucap Agusman, Sabtu (21/9/2019).
Dengan adanya kabut asap ini, dirinya menilai, bukan hanya kerugian dari sektor pendidikan, pariwista dan ekonomi semata, namun berdampak sangat mengerikan, yakni sakit yang berujung maut.
"Kalau ini sudah terjadi, tentu dipertanyakan bagaimana tanggung jawab sepenuhnya pemerintah dalam penanggulangan titik api penyebab adanya kabut asap. Maka dari itu, saya pikir tidak ada kata lain, tetap konsisten dalam penanggulangan dan penangganan kabut asap sepenuhnya," kata Agusman.
Agus juga menyebutkan, persoalan demi persoalan terkait kabut asap, memang tidak terlepas dari kejahatan manusia itu sendiri yang sengaja membakar lahannya disaat musim kemarau.
Dari persoalan ini, juga pemerintah harus memberikan perhatian khusus, karena sektor usaha lewat lahan, semua izin ada pada pemerintahan baik pusat maupun daerah.
"Pemerintahan hendaknya harus lebih ekstra ketat dalam penerbitan atau pemberian izin kepada pihak pengusaha yang mengunakan lahan. Jangan ada pembakaran lahan setiap melakukan pengembangan. Kemudian, juga perlu diadakan Undang-undang atau Peraturan pemerintah (Perda) dalam penegasan secara adil dan bijaksana, bukan tebang pilih," jelasnya.
Beralih kepada penegak hukum dalam hal ini dari pihak Kepolisan Republik Indonesia (Polri), untuk menindak tegas, mulai dari pembakarnya hingga aktor intelektual dibalik semua ini.
"Kita sangat berharap sekali, Pemerintah harus menepati janjinya, bahwa empat tahun silam berjanji, tidak ada lagi kabut asap, tapi mana buktinya," pungkasnya (rls)
























