Gaungriau.com (SIAK) -- Kasus yang menerpa oknum penghulu kampung langkai kecamatan Siak yang ketangkap basah oleh warganya, diduga lagi indehoy dengan pasangannya di semak -semak kebun kelapa sawit milik warga di kampung sebelah kampung Buantan besar.

Seharusnya penghulu sebagai orang nomor satu kampung tersebut dapat dijadikan sebagai panutan oleh masyarakat nya ,tapi ini tidak justru sebaliknya ,kata ketua DPRD Siak H Azmi, SE, saat dihubungi oleh media ini lewat via ponselnya Selasa 14 Januari 2020.

Dikatakan Azmi kabarnya penghulu kampung Langkai berinisial SY (56) dan pasangannya MD (40) merupakan pasangan sejoli ditangkap oleh warga Kampung Langkai bersama dengan warga Kampung Buantan besar pada hari Senin 13 Januari 2020 sekira pukul 15.30 wib

Apa yang dilakukan oleh penghulu kampung Langkai ini merupakan aib yang cukup memalukan sekali ,pasalnya masing -masing punya istri dan punya suami, semoga kejadian ini menjadi yang pertama dan terakhir.

"Tentunya dengan kasus seperti ini, kepada masing-masing penghulu agar lebih mengedepankan tugas dan tanggungjawabnya dalam memberi pelayanan kepada masyarakat dalam memajukan kampung, seperti yang telah diamanah dan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat, dan jangan dirusakan hanya karenakan dorongan nafsu syaitan,"tegas ketua DPRD Siak.

Sementara itu wakil ketua Bapekam Kampung Langkai Mislan yang akrab dengan sapaan ujang mengatakan kasus indehoy yang dilakukan orang nomor satu kampung kami ini merupakan aib yang cukup menggores hati kami masyarakat.

"Dan ada beberapa orang masyarkat menyampaikan kepada dirinya , untuk memulihkan nama baik kampung lebih baik penghulu tersebut diberhentikan dari tugas nya dan kemudian kedua-keduanya disuruh keluar saja dari kampung ini,"kata Mislan.

"Dan walaupun kedua belah pihak sudah berdamai , kami sebagai masyarakat meminta kepada Pemerintah Daerah setempat agar dapat menyikapi persoalan kasus indehoy penghulu ini dengan arif dan bijaksana , dan jangan biarkan aib ini terus terlihat di kampung kami,"harap ujang.

Sementara itu sampai berita ini ditulis penghulu kampung langkai belum bisa ditemui untuk dikonfirmasi, dan begitu juga dengan kepala DPMK Yurnalis Kabupaten Siak tidak mau berkomentar saat dihubungi media ini.**(jas)