• Dhoan Dwi Anggara

Gaungriau.com (TEMBILAHAN) -- Tingginya harga gula pasir di Kabupaten Indragiri Hilir tidak terlepas dari minimnya pasokan gula ke daerah ini. Hal itu tidak terlepas dari wabah Corona yang melanda hampir keseluruh belahan dunia.

"Selama ini pasokan gula datang dari negara importir seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam. Saat ini negara tersebut sedang melakukan lockdown akibat wabah Corona yang merebak disana. Hingga pasokan gula jadi kurang dan hanya mengandalkan produksi dalam negeri," ujar Kadis Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Inhil Dhoan Dwi Anggara kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Masih menurutnya, Meski begitu pihaknya terus melakukan koordinasi baik dengan pihak provinsi maupun pusat terkait persoalan ini. Meski sudah ada kebijakan untuk melakukan impor gula, tapi selama wabah ini terus melanda, hal itu akan sulit untuk terwujud.

Tambah Dhoan lagi, untuk dilakukan operasi pasar tidak mungkin dilakukan. Selain karena persoalan ketersedian gula, aturan pembatasan jarak juga jadi pertimbangan. " Yang kenaikan harga gula pasir tidak terjadi hanya di Kabupaten Inhil, tapi merata hampir seluruh wilayah Indonesia," tambahnya.

Pantauan di lapangan, harga eceran gula pasir di tingkat pengecer berkisar Rp 20.000/kg. Dengan kondisi perekonomian yang lesu saat ini, tinggalnya harga gula pasir makin memberatkan perekonomian masyarakat.**(suf)