Gaungriau.com (PASIR PENGARAYAN) -- Perkembangan arus Globalisasi saat ini mempengaruhi hampir di setiap elemen- elemen kehidupan masyarakat, salah satunya ialah gaya hidup dan kebudayaan manusia.
Maraknya “Junk Food” seolah membiasakan generasi sekarang menjadikannya gaya hidup dengan konsumtif dalam membeli makanan tersebut untuk dijadikan lauk pauk dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan hal ini, kurangnya minat anak muda dalam menggeluti kuliner tradisional, terutama makanan tradisional yang jarang di temui di pasaran, tidak sama halnya dengan Rendang, dan beberapa makanan tradisional yang cukup terkenal.
Maka dari itu, pentingnya publikasi media dalam memperkenalkan keanekaragaman makanan trdisional sangatlah penting demi keberlangsungan tradisi dan mempertahankan nilai budaya didalamnya.
Salah satu yang ingin saya publikasikan adalah makanan khas suku Melayu Rokan ini , yakni berbahan dasar tanaman Pucuk Seminyak.
Yuniar, warga desa Tangun Kabupaten Rokan Hulu, menjelaskan dan memaparkan bagaimana kelezatan dan rasa khas dari Pucuk Seminyak yang hanya di temui di kawasan Hutan atau daerah yang ditanami sawit, selain itu hanya dapat ditemui di pasar tradisional yang hanya ada satu kali dalam sepekan di daerah Rokan, dan dijual dengan kisaran harga Rp.3000,-/ikat. Adapun rasa khas yang di peroleh dari Pucuk Seminyak ini adalah rasa manis, sedikit kelat, dan gurih.
Adapun Pucuk Seminyak ini biasanya diolah menjadi sayuran yang di tumis, rebus atau di santan, yang dicampurkan dengan beberapa bahan maskan lain seperti mie instan, ikan teri, tahu dan berbagai jenis bahan lainnya. Cara pembuatannya pun sangat mudah, sama dengan cara memasak sayuran lainnya.
Selain daunnya, buah pucuk seminyak pun dapat diolah dijadikan sebagai keripik, yakni hampir mirip rasanya dengan keripik melinjo.
Akan tetapi Yuniar menyayangkan lantaran keberadaan dan bahan pangan seperti Pucuk Seminyak kini semakin berkurang, karena tidak ada peminat dalam budidayanya, padahal, Pucuk Seminyak sendiri adalah erat kaitannya dengan ke identikan masakan khas melayu Rokan yang harusnya terus dipertahankan keberadaannya.
"Maka dari itu , kita sebagai generasi muda harus membumikan dan mempertahankan tradisi dan budaya kita, hal ini demi mempertahanan tradisi agar tidak puah keberadaannya hingga ke generasi selanjutnya," ungkapnya.***
Penulis : Sri Widyaningsih, Mahasiswi Universitas Riau























