Gaungriau.com (DUMAI) -- Satuan Reserse Kriminal Polres Dumai berhasil mengamankan AM (58), pelaku tindak pidana mengangkut dan kenguasai kayu hasil hutan tanpa izin maupun dokumen resmi, Ahad 4 April 2021 lalu sekira pukul 14.30 WIB di Jalan Wan Amir Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat.
Dijelaskan Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira, S.I.K, M.H melalui Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Fahri S.H, S.I.K, Kasat Pol Air Polres Dumai AKP Yudhi Setiawan, S.H, M.H dan Kasubbag Humas Polres Dumai IPTU Iskandar pada pelaksanaan Press Conference, Sabtu 10 April 2021, AM adalah Warga Kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Dumai Kota.
"Bersama AM turut diamankan sejumlah Barang Bukti (BB) yakni 1 (satu) unit Mobil Pick - Up L300 BM 9023 HD warna Hitam, 45 (empat puluh lima) karung Arang Kayu, 1 (satu) lembar Nota Pengiriman Barang, 1 (satu) unit Pompong Kayu dan 200 (dua ratus) potongan Kayu Bakau," jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan Kasat Reskrim Polres Dumai, adapun kronologis pengungkapan kasus Tindak Pidana Mengangkut Dan Menguasai Kayu Hasil Hutan Tanpa Izin Maupun Dokumen Resmi bermula saat pelapor yang merupakan Anggota TNI melaksanakan patroli diseputaran Jalan Wan Amir Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat, kemudian tiba-tiba melintas Mobil Pick - Up L300 BM 9023 RD warna Hitam membawa Tumpukan Karung.
Menjumpai hal tersebut, lanjut AKP Fajri, S.H, S.I.K, kemudian pelapor memberhentikan mobil dan mengecek bawaan mobil tersebut, dan melihat didalam mobil ada karung yang berisikan kayu arang bakau sebanyak 45 (empat puluh lima) karung.
Saat pelapor menanyakan perihal surat izin maupun dokumen resmi tentang mengangkut kayu tersebut, supir tidak dapat menunjukan surat izin maupun dokumen resmi perihal mengangkut dan menguasai kayu tersebut serta hanya dilengkapi Surat Nota Bon Pembelian dan selanjutnya membawa supir dan barang bukti ke Polres Dumai guna proses pengusutan lebih lanjut.
"Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, AM (58) Dijerat Pasal 83 Ayat 1 Huruf B UU RI No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Dengan Pidana Penjara Paling Singkat 1 (satu) Tahun dan Paling Lama 5 (lima) Tahun," pungkas Fajri.**(bs)
























