Gaungriau.com -- Ekonomi Riau triwulan II-2022 dibanding triwulan I-2022 mengalami pertumbuhan
sebesar 0,29 persen. Pertumbuhan terjadi pada sebagian besar lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 24,94 persen dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 24,00 persen.
"Sementara itu, Lapangan Usaha Industri Pengolahan dan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memiliki peran dominan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar minus 3,20 persen dan 0,28 persen," jelas Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Riau, Achmad Sobari SST SE MSi, dalam rilis resmi BPS Riau, yang diterima redaksi, Senin 8 Agustus 2022.
Sementara itu, lanjut Achmad, beberapa lapangan usaha lainnya yang tumbuh tinggi di antaranya Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 14,41 persen dan Jasa Pendidikan sebesar 13,55 persen.
Untuk struktur PDRB Riau menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan II-2022 dijelaskankan Achmad, masih didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 26,19 persen, diikuti oleh Pertambangan dan Penggalian sebesar 24,40 persen, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 24,34 persen.
"Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 10,64 persen dan Konstruksi sebesar 8,31 persen. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Riau mencapai 93,88 persen," urainya.
Dia menambahkan, secara agregat, pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatra triwulan II-2022 tumbuh sebesar 4,95 persen. Perekonomian seluruh provinsi di Sumatra mengalami pertumbuhan. Provinsi Jambi merupakan provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi sebesar 5,41 persen, sedangkan Provinsi Aceh mengalami pertumbuhan ekonomi terendah sebesar 4,36 persen.
"Jika ditinjau berdasarkan kontribusi PDRB dari tiap provinsi di wilayah regional Sumatra, Riau dan Sumatra Utara memiliki kontribusi tertinggi yaitu masing-masing sebesar 23,69 persen dan 22,54 persen. Sedangkan Provinsi Bengkulu merupakan provinsi dengan kontribusi terendah terhadap perekonomian Sumatra yaitu sebesar 2,18 persen," pungkasnya.**(mad)




















