Gaungriau.com -- Program dibidang Pendidikan vokasi PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) yang dijalankan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) merupakan implementasi Sinergi Bagi Negeri Honda di bidang Pendidikan.
Hal itu ditegaskan Vocational Officer Main Dealer Honda CDN Lahdi Pekbar Putra. Menurut Lahdi, keberadaan program vokasi ini bukan sekadar kerja sama biasa, tetapi wujud kepedulian industri terhadap pendidikan.
"SMK di Indonesia ini banyak, tapi tidak semua memiliki MOU dengan dunia industri. Bagi yang tidak ada kerja sama, pastinya terkait kompetensi dan kualitasnya juga tidak sama," jelasnya, Sabtu 10 Januari 2026.
Karena itu, ia menilai pentingnya sinergi antara sekolah dan industri sebagai penentu arah masa depan siswa.
"Dengan semangat Sinergi Bagi Negeri, kami terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan kompetensi teknis para siswa SMK dan memberikan pemahaman mendalam tentang teknologi sepeda motor honda. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mendorong generasi muda untuk lebih memahami dunia otomotif dan teknologi terbaru yang digunakan di sepeda motor honda,”katanya.
Siswa-siswi yang lulus dari SMK jurusan TBSM pastinya memiliki bekal pengetahuan dan sertifikat Technical Training Level (TTL) 1 yang artinya siap di kerjakan di Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) di seluruh Indonesia.
"Lulusan SMK binaan kita itu sudah jelas arah dan tujuannya. Mereka belajar bukan hanya teori, tapi benar-benar sesuai kebutuhan industri," sambungnya.
Lebih lanjut Lahdi menjelaskan bahwa, setelah penandatanganan MoU, proses pembinaan dilakukan secara sistematis, setiap SMK binaan langsung mengadopsi kurikulum industri milik Astra Honda Motor.
Kurikulum yang digunakan SMK binaan Honda sudah kurikulum Astra Honda Motor. Dan bahkan guru-gurunya juga diberikan training dari modul satu sampai modul enam.
Tidak berhenti di situ, lanjutnya, para guru juga diwajibkan mengikuti dua tingkat sertifikasi yaitu Sertifikasi Gold dan juga Sertifikasi Silver.
Guru terpilih akan dikirim langsung ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan lanjutan di Astra Honda Motor pusat.
"Harapannya tentu guru-guru yang kita training dan sertifikasi ini bisa mengimplementasikan ke siswanya," ujar Lahdi.
Dengan program pelatihan dan kurikulum yang sejalan dengan kebutuhan industri, para lulusan SMK yang terlatih memiliki kesempatan yang signifikan untuk diterima dalam jaringan Honda.
"Dengan demikian, setelah tamat, mereka bisa langsung diterima bekerja di jaringan AHASS sebagai teknisi atau mekanik. Karena mereka sudah menerapkan kurikulum Astra Honda Motor,"imbuhnya. (mad)























