Gaungriau.com – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) melaksanakan Apel Kesiapsiagaan untuk Penanganan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026, yang kemudian diikuti dengan Rapat Koordinasi untuk Penanganan Bencana Alam Karhutla, sebagai upaya untuk memperkuat kolaborasi dan persiapan semua pihak dalam menghadapi periode kemarau yang diperkirakan akan berlangsung selama beberapa bulan mendatang, Selasa 9 Juni 2026.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti, SH, MM, bersama dengan Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., S.H., M.H, Kepala Dinas Perhubungan Minarli, SP, Kepala Pelaksana BPBD Rokan Hulu Zulhendri, S.Sos., M.IP, perwakilan dari Satpol PP dan Damkar, para Danramil yang bertugas di Rokan Hulu, para camat, Masyarakat Peduli Api (MPA), Satria Krisna Bonai Darussalam, perwakilan dari PT. SAI, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UPP dan Rokania serta berbagai elemen terkait lainnya.
Dalam pidatonya, Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti menekankan bahwa kesiapan dari semua pihak merupakan elemen kunci untuk mencegah dan menangani potensi kebakaran hutan dan lahan yang mungkin meningkat di saat musim kemarau.
Menurutnya, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Provinsi Riau termasuk Kabupaten Rokan Hulu berpotensi mengalami musim kemarau dengan puncaknya diperkirakan berlangsung pada periode Juni hingga Agustus 2026.
“Berdasarkan informasi BMKG, kita harus meningkatkan kewaspadaan karena puncak musim kemarau diprediksi terjadi antara bulan Juni sampai Agustus 2026. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan apabila tidak diantisipasi sejak dini,” ujar Syafaruddin Poti.
Wabup juga mengungkapkan bahwa hingga 4 Juni 2026, Provinsi Riau tercatat memiliki 8.086 titik panas (hotspot) dengan luas area kebakaran mencapai 15.047 hektare. Meski demikian, Kabupaten Rokan Hulu masih menjadi daerah dengan tingkat kebakaran terendah di Provinsi Riau, dengan luas lahan terbakar sekitar 12,16 hektare.
“Kita patut bersyukur karena sampai saat ini Rokan Hulu masih menjadi daerah dengan angka kebakaran terendah di Riau. Namun kondisi ini tidak boleh membuat kita lengah. Justru harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi di lapangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Syafaruddin Poti menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla sebagai bentuk kesiapan menghadapi ancaman kebakaran yang sewaktu-waktu dapat terjadi selama musim kemarau.
Ia meminta seluruh unsur yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan, perusahaan, relawan hingga masyarakat peduli api untuk terus mengedepankan langkah-langkah pencegahan, patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat serta respon cepat apabila ditemukan titik api.
Melalui apel dan rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara seluruh pemangku kepentingan sehingga ancaman Karhutla dapat dicegah sejak dini dan masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan aman selama musim kemarau tahun 2026. (Diskominfo.)

























