Gaungriau.com – Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan melalui penyelenggaraan International Guest Lecturer. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dari Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Nor’izah binti Ahmad, dan diikuti sekitar 200 mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat serta Program Studi Ilmu Komunikasi.
Kegiatan yang berlangsung di Aula GR Lantai 3 Kampus Utama UMRI tersebut dibuka oleh Dekan FIKOM UMRI, Jayus, S.Sos., M.I.Kom. Turut hadir Wakil Dekan Johan Faladhin, S.I.Kom., M.I.Kom., Ketua Program Studi Hubungan Masyarakat Ulmi Marsya, S.I.Kom., M.A., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Khusnul Hanafi, S.I.Kom., M.I.Kom., dosen Raja Widya Novchi, M.Soc.Sc., Abdul Rahman Sayopi, M.I.Kom., serta jajaran dosen dan tenaga kependidikan FIKOM UMRI.
Dalam sambutannya, Jayus menegaskan bahwa penyelenggaraan International Guest Lecturer merupakan bagian dari upaya FIKOM UMRI meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperluas wawasan mahasiswa melalui perspektif global.
“Forum seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan dan pengalaman akademik mahasiswa. Mereka tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga memperoleh perspektif serta praktik terbaik dari akademisi internasional. Harapannya, mahasiswa FIKOM UMRI semakin siap menghadapi tantangan dunia komunikasi yang terus berkembang di era digital,” ujar Jayus.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Nor’izah menyampaikan materi bertajuk "Crisis Communication and Reputation Management in a Digital Society: Strategies for Building Public Trust in an Era of Viral Information." Materi tersebut membahas tantangan komunikasi krisis di tengah masyarakat digital, ketika informasi dapat menyebar sangat cepat melalui media sosial dan memengaruhi reputasi organisasi hanya dalam hitungan menit.
Ia menjelaskan bahwa di era digital saat ini setiap individu dapat menjadi penerbit informasi (everyone is a publisher), penyiar (everyone is a broadcaster), sekaligus pemberi pengaruh (everyone is an influencer). Kondisi tersebut menuntut organisasi untuk mengedepankan kecepatan, transparansi, dan autentisitas dalam mengelola komunikasi krisis guna menjaga kepercayaan publik.
Selain itu, peserta diajak memahami tahapan perkembangan sebuah krisis, mulai dari issue, risk, hingga crisis, serta pentingnya membangun reputasi sebagai aset strategis organisasi. Menurutnya, reputasi yang dibangun melalui komunikasi yang konsisten, transparan, dan penuh empati akan menjadi modal utama dalam menghadapi situasi krisis.
Untuk memperkaya pemahaman peserta, Dr. Nor’izah juga memaparkan sejumlah studi kasus komunikasi krisis di kawasan ASEAN, di antaranya tragedi Malaysia Airlines MH370, AirAsia QZ8501, serta tragedi Stadion Kanjuruhan di Indonesia. Melalui berbagai kasus tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai pentingnya penyampaian informasi yang cepat, akurat, konsisten, dan berempati dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat.
Tidak hanya menyajikan teori, kegiatan ini juga menghadirkan simulasi penanganan krisis melalui skenario viral di media sosial. Dalam sesi tersebut, mahasiswa diminta menyusun strategi komunikasi pada 30 menit pertama setelah munculnya krisis digital, mulai dari memverifikasi informasi, menentukan pihak yang harus dihubungi, hingga merancang pesan awal yang efektif kepada publik.
Pada sesi penutup, Dr. Nor’izah memperkenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam komunikasi krisis. Menurutnya, AI dapat membantu organisasi mendeteksi potensi krisis, memantau percakapan publik, menganalisis sentimen masyarakat, hingga menyusun draf respons awal secara cepat. Namun, ia menegaskan bahwa teknologi tersebut tidak dapat menggantikan kepemimpinan, empati, tanggung jawab, dan integritas manusia dalam membangun maupun mempertahankan kepercayaan publik.
Melalui penyelenggaraan International Guest Lecturer ini, FIKOM UMRI berharap mahasiswa memperoleh wawasan global mengenai praktik komunikasi krisis dan pengelolaan reputasi di era digital, sekaligus memperluas jejaring akademik internasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FIKOM UMRI untuk menghadirkan pengalaman belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan industri komunikasi, serta dinamika tantangan global. ***

























