Gaungriau.com -- Sebanyak 13 mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mengikuti International Student Mobility Programme 2026 (ISEP’26) yang diselenggarakan School of Multimedia Technology and Communication (SMMTC), Universiti Utara Malaysia (UUM), Malaysia, pada 9–22 Mei 2026.

Keikutsertaan mahasiswa FIKOM UMRI dalam program tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas memperluas pengalaman internasional mahasiswa sekaligus memperkuat implementasi kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri.

ISEP’26 merupakan program mobilitas internasional yang memadukan pengalaman akademik, pertukaran budaya, kompetisi, pengenalan lingkungan dan budaya Malaysia, serta kegiatan bersama masyarakat. Pada tahun 2026, program tersebut diikuti 75 mahasiswa internasional dari Indonesia dan Sudan yang berasal dari tujuh perguruan tinggi.

FIKOM UMRI mengirimkan 13 mahasiswa yang berasal dari Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Studi Hubungan Masyarakat. Mereka adalah Deara Delvinanda, Uswatun Nisa Ul Hasanah, Nurhalimah Nafisyah, Syaffira Febriana, Juliana Anggraini, Aulia Rahmi, Sabitah Aulia Siregar, Anisya Aulia Reskina Nasution, Alifa Wahdini, Saida Muthmainnah, Dahlia, Tsabita Helwena, dan Shafa Nur Fathana.

Selama hampir dua pekan berada di Malaysia, mahasiswa mengikuti berbagai agenda yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar internasional. Rangkaian tersebut antara lain UUM Learning Experience, Cultural Night, Kedah Cultural Tour, Sintok Edu-Tourism, Community Project, Living with Locals, serta kompetisi pitching bertema “Sustainable Communication Strategies x SDGs”.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik di lingkungan UUM, tetapi juga berkesempatan berinteraksi dengan mahasiswa dari perguruan tinggi dan negara lain. Pertemuan dengan peserta yang memiliki latar belakang berbeda menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, adaptasi, kerja sama, dan pemahaman lintas budaya.

Dekan FIKOM UMRI, Jayus, S.Sos., M.I.Kom., mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam program mobilitas internasional menjadi bagian dari komitmen fakultas untuk memberikan pengalaman belajar yang semakin luas kepada mahasiswa.

“Kami ingin mahasiswa FIKOM UMRI memiliki kesempatan belajar melampaui ruang kelas dan lingkungan kampusnya sendiri. Melalui ISEP 2026, mereka dapat merasakan atmosfer akademik internasional, bertemu dan berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang, serta belajar memahami budaya dan kehidupan masyarakat di negara lain,” ujar Jayus.

Menurut Jayus, pengalaman internasional penting bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Hubungan Masyarakat karena bidang komunikasi menuntut kemampuan beradaptasi dengan perkembangan global serta keberagaman masyarakat.

“Bagi mahasiswa komunikasi, pengalaman bertemu orang-orang dengan budaya dan cara berkomunikasi yang berbeda merupakan pembelajaran yang sangat berharga. Harapannya, setelah kembali ke UMRI mereka tidak hanya membawa sertifikat kegiatan, tetapi juga perspektif baru, jejaring, pengalaman, serta kepercayaan diri untuk terlibat dalam berbagai forum internasional lainnya,” katanya.

Jayus juga mengapresiasi SMMTC UUM yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa FIKOM UMRI untuk menjadi bagian dari ISEP’26. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata hubungan kelembagaan yang memberikan manfaat langsung kepada mahasiswa.

Salah seorang mahasiswa FIKOM UMRI, Deara Delvinanda, mengaku menikmati seluruh rangkaian kegiatan ISEP’26. Menurutnya, setiap agenda memberikan pengalaman dan pelajaran baru yang berbeda dari aktivitas perkuliahan yang selama ini dijalaninya di kampus.

“Saya sangat menikmati seluruh rangkaian ISEP 2026. Banyak pengalaman dan pelajaran baru yang saya dapatkan selama mengikuti program ini. Kami tidak hanya belajar dalam kegiatan akademik, tetapi juga bertemu teman-teman baru, mengenal budaya yang berbeda, belajar beradaptasi, dan merasakan langsung kehidupan masyarakat di Malaysia,” ungkap Deara.

Menurut Deara, kesempatan mengikuti ISEP’26 juga membuatnya lebih percaya diri untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.

“Pengalaman yang paling berkesan bagi saya adalah bagaimana kami bisa belajar sekaligus membangun kebersamaan dengan peserta lainnya. Dalam waktu yang relatif singkat kami mendapatkan banyak teman dan pengalaman baru. Banyak hal yang sebelumnya hanya kami ketahui dari cerita atau pembelajaran di kelas, tetapi melalui ISEP kami bisa merasakannya secara langsung,” tambahnya.

Selain kegiatan akademik dan pertukaran budaya, mahasiswa FIKOM UMRI juga mengikuti Community Project dan Living with Locals di Kampung Teluk Kandis, Kedah. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat setempat serta terlibat dalam sejumlah aktivitas sosial dan lingkungan.

Mahasiswa antara lain mengikuti gotong royong, penanaman pohon, pertukaran budaya, serta kegiatan yang memperkenalkan potensi masyarakat setempat. Agenda tersebut menjadi salah satu pengalaman yang mempertemukan pembelajaran komunikasi lintas budaya dengan kehidupan masyarakat secara langsung.

Selama mengikuti rangkaian ISEP’26, mahasiswa FIKOM UMRI berada dalam pendampingan dosen FIKOM UMRI, yakni Jayus, S.Sos., M.I.Kom., Khusnul Hanafi, S.I.Kom., M.Soc.Sc., dan Raja Widya Novchi, S.I.Kom., M.Soc.Sc.

Keikutsertaan mahasiswa dalam ISEP’26 juga menjadi bagian dari penguatan hubungan FIKOM UMRI dengan SMMTC UUM. Sebelumnya, delegasi FIKOM UMRI melakukan kunjungan benchmarking ke SMMTC UUM pada 16 April 2026. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, mobilitas mahasiswa, dan berbagai aktivitas akademik internasional.

Partisipasi 13 mahasiswa dalam ISEP’26 memperlihatkan bahwa internasionalisasi pendidikan dapat diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa. Tidak hanya mengenal lingkungan akademik perguruan tinggi di luar negeri, mahasiswa juga mendapatkan ruang untuk membangun jejaring, memahami keberagaman budaya, serta mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan dalam lingkungan komunikasi global.

FIKOM UMRI berharap keikutsertaan dalam ISEP dapat menjadi pembuka bagi semakin banyak mahasiswa untuk mengikuti program mobilitas, pertukaran mahasiswa, kompetisi, konferensi, maupun kegiatan akademik dan kemahasiswaan internasional lainnya pada masa mendatang.***