Gaungriau.com– Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman memberikan pesan penting kepada ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI). Ia menegaskan, kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh nama besar perguruan tinggi, melainkan oleh karakter yang dibangun sejak dini.
Pesan tersebut disampaikan Amran saat memberikan motivasi kepada mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Masa Ta'aruf (Masta) UMRI 2026, Kamis 17 September 2026, di Kampus Utama UMRI, Pekanbaru.
Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Amran mengingatkan agar masa kuliah tidak disia-siakan. Menurutnya, karakter, kedisiplinan, kerja keras dan ketekunan menjadi modal penting dalam menentukan masa depan.
“Sukses itu bukan karena perguruan tinggi, tapi dari karakter. Semua tergantung Anda,” ujar Amran.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa baru menjadikan momentum PKKMB dan Masta bukan sekadar kegiatan pengenalan kampus, tetapi sebagai titik awal untuk membangun kebiasaan dan karakter baru.
“Kalau mau sukses, mulai berubah hari ini,” tegasnya.
UMRI Siapkan Program Ketahanan Pangan Berbasis Kampus
Sementara itu, Rektor UMRI Dr Saidul Amin MA mengungkapkan bahwa kampus yang dipimpinnya tengah menyiapkan program ketahanan pangan berbasis kampus.
Menurut Saidul Amin, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun, ia menilai belum banyak perguruan tinggi yang menjadikan ketahanan pangan sebagai basis program kampus.
“Karena itu UMRI akan melakukan program ketahanan pangan berbasis kampus. Tanah-tanah kosong, baik milik UMRI maupun milik Persyarikatan Muhammadiyah, akan kita tanami dengan berbagai jenis tanaman,” kata Saidul Amin.
Untuk mendukung program tersebut, Mentan Amran disebut telah memberikan bantuan berbagai jenis tanaman kepada UMRI.
Bantuan itu antara lain berupa 1.000 bibit jagung untuk lahan seluas 10 hektare, bibit kelapa untuk 10 hektare, bibit nanas dan sejumlah tanaman lainnya.
Saidul Amin mengatakan, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengubah lahan tidak produktif menjadi lahan produktif. Hasil pengelolaannya nantinya juga ditargetkan memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa.
“Kalau perlu nantinya kebun-kebun tersebut akan dikelola oleh mahasiswa yang kurang mampu. Intinya, kita akan memanfaatkan lahan yang tidak produktif menjadi lahan yang produktif,” ujarnya.
Lebih jauh, Rektor UMRI menjelaskan, hasil dari berbagai tanaman yang dikembangkan tersebut direncanakan dapat dimanfaatkan untuk membantu membiayai kuliah mahasiswa yang kurang mampu.
Dengan demikian, program ketahanan pangan kampus diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga membuka ruang pembelajaran dan pemberdayaan mahasiswa sekaligus menjadi sumber dukungan pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan. (mad)
























