Masyarakat Diajak Cegah AIDS Sedari Dini
Sabtu, 05 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
SIAK - Bertempat di Gedung Serba Guna Desa Jati Baru Kecamatan Bungaraya, Jum'at 4 Desember 2015 kemarin, Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi selaku Kepala Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Siak membuka kegiatan Sosialisasi dan Advokasi HIV dan AIDS kepada masyarakat desa Jati Baru.
Kegiatan yang disponsori oleh KPA kabupaten Siak tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman yg tepat dan benar kepada masyarakat akan bahaya penyakit yang belum ada obatnya tersebut.
Alfedri mengatakan Pemerintah Kabupaten Siak sangat berkomitmen untuk memerangi VIRUS HIV tersebut. "Tidak bisa di pungkiri bahwa setiap tahun jumlah orang yang terinfeksi HIV AIDS terus bertambah," kata Dia.
Di Provinsi Riau, Kabupaten Siak menempati urutan ke 7, untuk itu harus ada upaya kita bersama menekan sampai serendah-rendahnya kasus HIV AIDS di Kabupaten Siak, kata mantan Camat Sungai Apit ini.
"Seperti yang sudah kita ketahui bahwa mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati," tuturnya, sembari berharap adanya sosialisasi ini selain dapat mencegah penularan penyakit HIV / AIDS juga dapat menunjukkan kepedulian terhadap para pengidap penyakit ini.
"Saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap HIV dan AIDS, agar masyarakat tidak menjauhi atau memusuhi penderita HIV / AIDS, serta tetap ikut memberikan pengetahuan kepada sipenderita agar tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain," pungkasnya.
Rozi Chandra selaku narasumber pada kegiatan tersebut menampilkan kepada Masyarakat bagaimana cara pencegahan, cara penanggulangan, cara penularan dan cara menghadapi ODHA atau orang dengan HIV AIDS.
Ia berharap peserta yang hadir mampu menyerap informasi yang disampaikan, sehingga dapat mensosialisasikan kembali ke lingkungan sekitarnya tentang penyakit AIDS.
Semua Program dan Kegiatan dilaksanakan secara sinergi oleh seluruh SKPD yang ada d Kabupaten Siak. Semua sektor memiliki perannya masing-masing, tanpa terkecuali.
"Karena virus ini adalah musuh bersama, Ini bukan hanya peran Pemerintah saja tapi masyarakat juga harus ikut berperan." ucapnya.
Kegiatan Sosialisasi ini bersamaan dengan Peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember setiap tahunnya.
Karena konsistensinya usaha Pemerintah Kabupaten Siak tersebut, maka Kabupaten Siak telah ditetapkan oleh KPA Nasional sebagai percontohan penanggulangan HIV AIDS Nasional.
Pada Acara sosialisasi tersebut juga dilaksanakan pemeriksana HIV oleh Tim VCT (Voluntary, Counselling and Testing) RSUD Tengku Rafian.
Tes HIV ini bertujuan untuk mengetahui status HIV sejak dini agar bisa menjaga kesehatan dan masa depan dengan lebih baik.
"Bila tahu status HIV sejak dini, baik hasilnya positif maupun negatif maka kesehatan dapat dijaga dengan perilaku sehat melalui memperbaiki pola makan, pemakaian obat dan kebersihan," jelas Rozi. ** (Jas)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kabut Asap Bertambah Pekat
Bupati Syamsuar Tunda Lomba Foto dan Pameran Ekraf TdS
Gaungriau.com -- Suasana ceria di lapangan Tengku Maharatu Senin 14 September 2015 mendadak hening seketika, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi yang dijadwalkan akan membuka Lomba Foto dan Pameran Ekraf Touer de Siak (TdS) 2015 tiba-tiba mengumpulkan panitia pelaksana dan memberikan arahan. "Terimakasih atas ikhtiar saudara-saudara mempersiapkan…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Penderita ISPA Di Bengkalis Capai 1488 Orang
Gaungriau.com -- Jumlah penderita Infeksi Saluran Penyakit Atas (ISPA) di Kabupaten Bengkalis mencapai 1488 orang dari tanggal 1 September hingga saat ini, hal ini dikarenakan akibat kabut asap yang melanda wilayah Kabupaten Bengkalis dalam sepekan ini, ditambah lagi tingginya Indeks Standar Pencemaran Uidara (ISPU) yang sudah mencapai level berbahaya.…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Walikota Firdaus Akui Pekanbaru Tak Layak Untuk Dihuni
Gaungriau.com -- Bencana kabut asap yang tebal akibat dari Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Mengakibatkan kota bertuah sudah tidak layak untuk ditempati dan sudah seharusnya masyarakatnya diungsikan. Pasalnya berdasarkan data BMKG saat ini, kategori udara di Pekanbaru sudah diatas berbahaya. Walikota Pekanbaru, Firdaus MT secara terang-terangan mengakui…



