Gaungriau.com -- Bencana kabut asap yang tebal akibat dari Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Mengakibatkan kota bertuah sudah tidak layak untuk ditempati dan sudah seharusnya masyarakatnya diungsikan. Pasalnya berdasarkan data BMKG saat ini, kategori udara di Pekanbaru sudah diatas berbahaya.
Walikota Pekanbaru, Firdaus MT secara terang-terangan mengakui jika kota bertuah sudah tidak layak huni oleh manusia. Hal ini mengingat udara yang dihirup sekarang sudah sangat berbahaya bagi kesehatan.
"Kualitas udara sudah sangat berbahaya. Pasalnya, angka partikulat pada Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang barusan saya dengar sudah mencapai 1000 lebih. Jika melihat aturannya sesuai Protap Kemenkes, Pekanbaru sudah tidak layak untuk dihuni oleh manusia,"ujar Firdaus, Senin 14 September 2015.
Firdaus menambahkan, jika jauh-jauh hari pada saat kondisi udara Pekanbaru masih tidak sehat. Pihaknya sudah memohon Gubernur Riau untuk menaikkan status bencana asap ini menjadi darurat kabut asap.
"Yang berhak mengeluarkan intruksi darurat asap itu hanya Gubri dan Pemerintah Pusat. Meski demikian, sepekan yang lalu Pemko sudah mengeluarkan maklumat dan Jumat kemarin kita yang di kota ini juga sudah menyurati pemprov Riau untuk menaikkan status,"katanya lagi.
Menurut Firdaus, yang bisa dilakukan warga Pekanbaru saat ini hanya berdoa. Karena asap yang terjadi sekarang ini bukan akibat kebakaran di Pekanbaru, namun asap kiriman dari kabupaten dan Provinsi tetangga.
"Saya mendapat informasi jika perusahaan-perusahaan besar swasta yang lebih mementingkan kesehatan saat ini sudah pada menggungsi seperti Cevron, dan Direksi perbank sudah pada mengungsi. Sedangkan masyarakat yang lainnya mau mengungsi kemana? Pasalnya hampir semua provinsi di pulau Sumatera ini sudah diselimuti kabut asap. Memang secara prosedur penduduk pekanbaru sudah wajib diungsi,"ungkapnya.
Menurut Firdaus, dengan dinyatakannya Provinsi Riau, khususnya Pekanbaru berstatus darurat asap. Maka penanganannya akan berbeda dari biasanya bukan seperti ini.
"Kalau Pemerintah daerah sudah tidak sanggup memadamkan api, minta bantuan ke pusat, jangan malu. Sekarang Pekanbaru juga sudah sangat berbahaya kasihan masyarakatnya," ucapnya dengan nada sedikit kesal.
Untuk mengantisifasi korban yang lebih banyak lagi, Firdaus menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas diluar rumah.
"Masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas diluar rumah. Selain itu orang tua siswa juga harus melarang anaknya jangan berkeliaran, jangan jadikan libur untuk main diluar rumah, Ibu hamil dan juga lansia, dirumah saja karena kondisi saat ini sudah sangat parah. Jika terpaksa kelaur rumah, gunakankan masker untuk pelindung. Disamping itu perbanyak makan buah, sayuran dan minum air putih," tutupnya.**(saf)








